Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Gubernur Bengkulu Diminta Tanggap Terhadap Kasus Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan

Ilustrasi, Dok.BN

BENGKULU – Kasus pelecehan seksual kepada anak di bawah umur yang kejadiannya terjadi di Bengkulu Utara dan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu sudah sepatutnya menjadi perhatian dan mendapatkan berbagai sorotan dari berbagai elemen masyarakat

Salah satunya penggiat Sosial Bengkulu Oky Alex Sartono mengatakan, peristiwa kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang marak terjadi belakangan ini di daerah Provinsi Bengkulu sudah merusak citra nama daerah. Seharusnya pengambil kebijakan tertinggi yakni Gubernur Bengkulu harus tanggap melihat fenomena itu.

“Kenapa kasus pelecehan seksual ini seperti fenomena yang selalu terjadi di Provinsi Bengkulu dan belakangan kasus pelecehan seksual kepada anak sudah mencuat di Bengkulu Utara. Harusnya Gubernur Bengkulu Rohidin bisa tanggap terhadap kekerasan seksual yang sudah jadi fenomena buruk bagi daerah Bengkulu, ” kata Oky Alex, di Bengkulu (24/1/2024).

Fenomena sosial terkait isu pelecehan seksual pada anak kata Oky, sudah sangat marak terjadi di Provinsi Bengkulu. Sebagaimana diketahui di Bengkulu Utara telah terjadi kasus pelecehan kepada anak yang korbannya mencapai 24 siswi.

Menurutnya, anak yang menjadi korban pasti mengalami traumatik mendalam sehingga kasus seperti ini harusnya jadi perhatian seluruh element masyarakat.

“Kasus pelecehan seksual pada anak dan perempuan di wilayah Provinsi Bengkulu sudah masuk dalam status darurat hingga permasalahan ini bisa jadi perhatian kita semua,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan oleh Tokoh Pemuda Kabupaten Seluma Fauzan Azima mengatakan, beberapa waktu terkahir kasus pelecehan seksual di Seluma semakin meningkat. Sebagaimana data yang dirilis Dinas DP3PKB mencacat sepanjang tahun 2023, pelecehan seksual pada anak dan perempuan mencapai di angka 26 kasus.

“Hal seperti ini tidak semestinya kita diamkan. Saya selaku pemuda sangat menyayangkan terkait kasus pelecehan seksual anak dan perempuan tidak menjadi perhatian khusus, tentu kita tidak mau mengulang kejadian pahit seperti kasus-kasus sebelumnya,” kata Fauzan.

Jangan sampai Bengkulu terkenal dengan provinsi yang tingkat kekerasan maupun pelecehan seksual yang tinggi lanjut Fauzan. Mestinya harus menjadi perhatian kita bersama, baik dari pemuda, mahasiswa dan aktivis lainya.

“Ini harus menjadi perhatian serius untuk pemprov dalam hal ini gubernur provinsi bengkulu dan aparat penegak hukum lainnya untuk mengusut serta mengawal kasus pelecehan dan kekerasan seksual sampai tuntas” pungkas Fauzan.

Baca Juga
Tinggalkan komen