Logo
Dempo Xler

Perekonomian Provinsi Bengkulu Meningkat dan Inflasi Terkendali

BI saat menggelar konferensi pers di ruang rapat lantai dua BI

BI saat menggelar konferensi pers di ruang rapat lantai dua BI

BI saat menggelar konferensi pers di ruang rapat lantai dua BI

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triuwulan IV 2016 tercatat lebih baik dari sebelumya yakni mencapai 5,30% year on year (yoy) , begitupun tekanan inflasi yang terjadi dapat terkendali pada level 5,00% (yoy).

Tercatat pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumya hanya sebesar 5,14 (yoy). Pertumbuhan yang tergolong sangat baik sekarang didorong oleh meningkatnya investasi yang bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), untuk PMDN dalam sektor Listrik gas dan air sedangkan PMA di sektor tanaman pangan.

Sementara itu, meningkatnya kinerja ekspor didorong oleh perbaikan harga komoditas karet dan batu bara sehingga mendorong ekspektasi pelaku usaha untuk meningkatkan produksinya.

Di sisi penawaran, peningkatan terutama didorong oleh sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil, sepeda motor, pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik ini, kita sangat mengharapkan ada investor asing yang akan banyak menanamkan modal di daerah kita ini dan menurunkan tingkat kemiskinan di kota Bengkulu,” ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu,¬†Endang Kurnia Saputra, Rabu (01/03/2017).

Ketahanan sektor rumah tangga pada triwulan IV 2016 cukup terjaga, yang tercermin dari meningkatnya kinerja pembiayaan, yang diikuti dengan menurunnya tingkat risiko (NPL) dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perseorangan di perbankan mengalami perlambatan, yang bersumber dari giro dan tabungan.

Terkait tekanan inflasi juga sangat terkendali karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi, karena angka inflasi pada triwulan IV pada level 5,00% (yoy) dan angka inflasi sebelumnya tercatat 4,62% (yoy). Namun dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang terbilang baik, maka tekanan inflasinya pun dapat terkendali.

Meningkatnya tekanan inflasi ini terjadi karena meningkatnya tarif angkutan udara menjelang hari natal akhir tahun kemarin dan juga didorong oleh meningkatnya ekspektasi konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah. Akan tetapi, angka ini lebih rendah dari rata-rata historis inflasi selama 5 tahun terakhir (2011-2015) sebesar 6,52%.

“Untuk ke depannya laju inflasi Bengkulu pada triwulan II 2017 berada pada kisaran 5,9-6,2% (yoy), dengan tekanan inflasi yang bersumber dari kenaikan ekspektasi konsumsi pada ramadhan dan idul fitri. Sumber inflasi triwulan II 2017 diperkirakan bersumber dari komponen volatile foods, administerted prices dan kelompok inti,” tutup Endang.