Kejar WTP, Diknas Jemput Bola Kesekolah Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Tarsisius Samuji

REJANG LEBONG – Demi mengejar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pemerintah daerah juga membutuhkan hasil tertib administrasi dari kelengkapan asset daerah yang dimiliki, khususnya pada asset yang dimiliki sekolah.

Seperti halnya asset bangunan sekolah, meubeler, dan perangkat keras seperti komputer maupun laptop. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong turun langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Rejang Lebong untuk mendatanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Tarsisius Samuji langsung mengunjungi sekolah sekolah dan juga memberikan pengarahan kepada para Kepala Sekolah untuk dapat segera melengkapi data kepemilikan asset yang dipunyai sekolah, agar dapat dirincikan secara rasional dan valid. Jika tidak segera dibenahi, maka tidak menutup kemungkinan, hasilnya akan sama seperti tahun sebelumnya, Pemkab Rejang Lebong hanya mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Dengan total 171 SD dan 44 SMP yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, ada aekitar 11 SD dan 5 SMP yang masih belum ada sinkronisasi mengenai data asset sekolah yang dimiliki,untuk itu kita meminta kepada kepala sekolahnya untuk segera melengkapinya dan melaporkan kepada kita,” ujar Samuji.

Ia juga menyatakan bahwa pihak diknas menggunakan metode jemput bola sehingga hasil pendataan asset sekolah yang rasional dan valid dapat segera direkap dan apabila ada yang tidak sesuai dapat segera dibenahi. Setelah hasil pertemuan di UPT Diknas Padang Ulak Tanding, beberapa sekolah langsung mengumpulkan hasil pendataan masalah asset yang dimiliki sekolah.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini semua data asset sekolah sudah selesai kita rekap,” tandasnya.

Baca Juga
Tinggalkan komen