Barang Elektronik Banyak Rusak Akibat Keberadaan PT. Tenaga Listrik Bengkulu, Warga Tuntut Ganti Rugi

📅 Dipublikasikan: 10/24/2024• ✍️ Oleh: Handi Handi

BENGKULU – Menanggung beban kerugian sebasar Rp.114.030.000 akibat Pengelolaan Jaringan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara Teluk Sepang, Puluhan warga Desa Padang Kuas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu menuntut PT. Tenaga Listrik Bengkulu (PT. TLB) ganti rugi.

Kanopi Hijau Indonesia bersama warga Desa Padang Kuas melakukan Konferensi Pers, Kamis (24 Oktober 2024), dalam laporan ketidakpatuhan PT. Tenaga Listrik Bengkulu terhadap lingkungan, pada studi kasus dampak saluran udara tegangan tinggi terhadap komunitas.

Pada saat temuan awal monitoring yang dilakukan pihak Kanopi Hijau Indonesia di sepanjang jaringan transmisi SUTT, pada pemukiman warga yang dilintasi oleh jaringan transmisi SUTT ini terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan kewajiban PT TLB yang semestinya dilaksanakan.

Pada kondisi fisik tower SUTT terdapat 24 tower tidak terawat, dengan dibuktikan telah dirimbun dengan semak belukar. Sementara itu, terdapat 38 bangunan yang berada tepat dibawah jaringan SUTT, diantara lain 22 rumah, 5 kadang ayam, 10 pondok, 1 lapak pasar, serta sepanjang 10,3 km jaringan SUTT tertanam yang didominasi dengan komoditas sawit.

“Total kerugian puluhan warga Desa Padang Kuas sebesar Rp.114.030.000 rupiah akibat rusaknya 110 unit peralatan elektronik terdiri dari televisi, kulkas, bola lampu, setrika, meteran listrik, rice cooker, mesin air dan lainnya,” ujar Cimbyo Layas Kateran selaku Tim Monitoring Dampak Lingkungan PLTU Teluk Sepang.

Kendati demikian, Femi Budiarti selaku warga Desa Padang Kuas menyampaikan semenjak adanya PT tersebut, seluruh warga banyak terdampak kerusakan elektronik akibat Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara Teluk Sepang.

“warga kami yang banyak itu terdampak kerusakan elektronik itu memang sebelum adanya sott itu kalau elektronik meledak atau meteran terus Magic kulkas itu belum ada apabila rusak itu mungkin karena agak lama kan Nah semenjak adanya itu PT ini sering sekali kejadian itu yang belum lama ini mungkin sekitar 3 minggu ada kejadian 2 meteran rumah itu meledak terus ampli yang ada di masjid juga meledak juga terus televisi warga ada dua keluarga yang terkena,” ucap Femi.

Pada tahun 2020, lanjut Femi, ada 18 warga yang mencoba sambangi pihak PT tersebut, dan membawa laporan bukti kerugian akibat SUT PLTU Batu Bara Teluk Sepang, sayangnya pihak warga tidak dapat berkomunikasi, sehingga menitipkan bukti tersebut kepada pihak keamanan.

“Jadi upaya itu udah pernah dilaksanakan tahun 2020 kalau  kisaran 18 orang warga kita  membawa proposal bukti tindak lanjut mereka untuk kerugian warga ini, ketemu sama orang Cina nya, jadi cuma dititip gitu sama keamanan, sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya,” tutur Femi.

Lebih lanjut, Andika Apriliyanto Tim Paralegal Kanopi Hijau Indonesia menerangkan bahwa PT TLB yang mengelola jaringan transmisi SUTT PLTU Teluk Sepang diduga melanggar Pasal 44 UU no 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan menyatakan pasal 44.

Pertama setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. Kedua, ketentuan  keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada ayat pertama.

“Mewujudkan kondisi : a. andal dan aman bagi instalasi, b. aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, c. ramah lingkungan,” terangnya.

Sehingga, Andika menegaskan setiap subjek hukum yang berbuat sesuatu yang dampaknya itu mungkin menggunakan kerugian baik sengaja maupun tidak sengaja ataupun karena kelalaian dan ke sembronoan maka itu dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum.

” Itu bisa dilakukan itu bisa dilakukan gugatan ke pengadilan negeri, tapi lagi-lagi langkah hukum berikutnya itu ya tentu bukan dari tim paralegal, tetapi para korban yang mendiskusikan mau dibawa kemana masalah ini,” tutup Andika.

Sebagai informasi, berdasarkan dokumen ANDAL RKL-RPL jaringan transmisi SUTT PLTU Teluk Sepang berjumlah 77 buah tower dengan panjang jaringan 23,3 km. Jaringan tersebut melewati beberapa wilayah Administratif yaitu, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu (Kelurahan Teluk Sepang), Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma (Desa Riak Siabun, Desa Riak Siabun I, Desa Air Kemuning, Desa Air Petai, Desa Padang Kuas), dan Kecamatan Talang Empat (Desa air Putih, Desa Padang Ulak Tanding, Desa Air Sebakulu).

Bagikan Artikel:
Kanopi Oleh Alwin Feraro • 06/02/2025

Kanopi Hijau: Pemerintah Biarkan Pencemaran Abu Batubara di 13 Lokasi Bengkulu

BENGKULU –  Kanopi Hijau Indonesia kembali mengungkap praktik pembuangan limbah abu batubara (Fly Ash Bottom Ash/FABA) oleh PT TLB secara sembarangan di luar area PLTU Teluk Sepang. Temuan ini menambah daftar lokasi pembuangan FABA di Bengkulu menjadi 13 titik. Lokasi tambahan yang ditemukan berada di Desa Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah. […]

Kanopi Oleh Alwin Feraro • 05/06/2025

Koalisi STuEB Laporkan 15 Kejahatan Lingkungan 8 PLTU Batu Bara di Sumatera

JAKARTA – Sebanyak 15 laporan dugaan kejahatan lingkungan dari delapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di Pulau Sumatera resmi dilayangkan oleh koalisi masyarakat sipil kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Laporan-laporan tersebut merupakan hasil pemantauan oleh Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), yang terdiri dari 15 […]

Kanopi Oleh Handi Handi • 04/26/2025

Kanopi Hijau Indonesia dan AMAN Bengkulu Luncurkan Sekolah Energi Bersih Jilid 3

BENGKULU – Kanopi Hijau Indonesia (KHI) berkolaborasi dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu resmi meluncurkan program Sekolah Energi Bersih (SEB) Jilid 3. SEB menjadi ruang edukasi dan aksi nyata menuju transisi energi terbarukan, adil, dan berkelanjutan, dengan melibatkan generasi muda dan komunitas sebagai aktor utama. Ketua Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar, mengatakan program SEB […]

Kanopi Oleh Alwin Feraro • 04/24/2025

Sumatera Menolak Punah: Seruan Hari Bumi untuk Hentikan Energi Kotor

Hari Bumi bukan sekadar peringatan simbolik, ia adalah panggilan untuk bertindak. Di tengah krisis iklim yang semakin nyata, Sumatera berdiri di persimpangan: transisi energi atau perlahan punah di bawah bayang-bayang ketamakan. Pulau Sumatera, yang dulu dikenal sebagai rumah bagi hutan tropis lebat dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, kini terancam oleh ekspansi energi kotor. Salah […]

Seruan Hari Bumi

Non Governmental Organization

Catatan AMAN Bengkulu: Konflik Wilayah Adat Kian Meluas, Negara Dinilai Abai

BENGKULU – Sepanjang tahun 2025, persoalan konflik lahan antara komunitas masyarakat adat dan berbagai sektor usaha masih menjadi luka panjang di Provinsi Bengkulu. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencatat ratusan ribu wilayah adat berada dalam tekanan akibat tumpang tindih klaim lahan dengan negara maupun korporasi. “Konflik wilayah adat ini menyebar di seluruh Provinsi Bengkulu, dan […]

12/29/2025
Menurut AMAN, konflik yang kerap bersentuhan dengan klaim kawasan hutan negara berakar dari praktik tata kelola yang tidak transparan sejak awal.

Tekanan Global Menguat terhadap Lambannya Proses Legislasi RUU Masyarakat Adat di Indonesia

Desakan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat terus menguat. Seruan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa pada 6 November 2025 mendesak Pemerintah Indonesia segera memberikan perlindungan penuh terhadap masyarakat adat yang menghadapi kekerasan, kriminalisasi, dan ketidakpastian hukum atas wilayah adat dan hak kolektif mereka. Lebih dari 15 tahun RUU Masyarakat Adat masuk dalam […]

11/19/2025

Komunitas Adat Semende Ulu Nasal Dirikan Sekolah Adat Tunggu Tubang

BENGKULU – Komunitas adat Muara Dua, Semende Ulu Nasal di Kabupaten Kaur meresmikan Sekolah Adat pertama mereka pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Sekolah hasil gotong royong dengan konstruksi kayu beratap kayu Sirap berukuran 11×6 meter ini, menyandang nama Tunggu Tubang sebagai identitas mereka. “Tunggu Tubang, itu konsep leluhur kami yang memandatkan harta pusaka keluarga untuk […]

10/18/2025
Komunitas adat Muara Dua, Semende Ulu Nasal di Kabupaten Kaur

Masyarakat Adat Enggano Minta Pemerintah Larang Budidaya Sawit

Seluruh komunitas adat Pulau Enggano meminta Pemerintah di Provinsi Bengkulu untuk memusnahkan seluruh tanaman sawit yang kini ada di Enggano. Menurut masyarakat, keberadaan sawit akan mengancam kelestarian pulau dan memicu perusakan hutan milik masyarakat adat. Milson Kaitora, Paabuki atau pimpinan Kepala Suku di Pulau Enggano mengatakan, saat ini di beberapa desa di Enggano sudah banyak […]

09/01/2025

Polres Kaur Bubarkan Massa Aksi yang Blokir Lahan Perkebunan Sawit

BENGKULU – Polres Kaur berhasil membubarkan massa aksi yang melakukan pemblokiran dan pendudukan lahan perkebunan sawit yang dikelola oleh PT. Dinamika Selaras Jaya (DSJ) di Divisi I dan Divisi IV. Massa aksi tersebut merupakan gabungan dari beberapa organisasi masyarakat, yaitu Forum Peduli Wilayah Kedurang Bengkulu Selatan (FPWKBS), Aliansi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASBS), dan Gerakan Rakyat […]

07/16/2025

Tuntutan Warga Enggano Dijawab Presiden, AMAN: Terima Kasih

BENGKULU – Tuntutan warga Enggano atas solusi krisis di pulau itu akhirnya terjawab. Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan instruksi presiden terkait upaya mempercepat pembangunan pulau terluar Indonesia di Provinsi Bengkulu, Pulau Enggano. “Terima kasih untuk ibu Rieke Diah Pitaloka, Komisi VI DPR yang sudah hadir ke Bengkulu dan mendorong komunikasinya ke Wakil Ketua DPR Sufmi […]

06/24/2025
Tuntutan Warga Enggano ini juga disampaikan lewat anggota DPR Rike Diah Pitaloka saat meninjau Pulau Baai

DPRD Sebut Penanganan Abrasi Bengkulu Harus Bertahap, Berbasis Prioritas Korban

Anggot DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal mengatakan bahwa penanganan abrasi pesisir tidak dapat dilakukan secara sekaligus, melainkan harus bertahap sesuai kemampuan anggaran dan tingkat kerentanan wilayah. Hal ini disampaikan Zainal dalam dialog multipihak perlindungan masyarakat dan wilayah pesisir Bengkulu, yang digelar Genesis, Selasa 23 Juni 2026. Zainal menyebut, pemerintah selama ini tidak melakukan pembiaran pada korban […]

06/24/2026
Sumber : Dokumentasi Genesis Pemukiman Desa Air Padang Terdampak Abrasi

Genesis Bengkulu: 1.885 Bangunan di Bengkulu Terancam Abrasi

Yayasan Genesis Bengkulu mengungkap skala kehilangan daratan, ancaman terhadap pemukiman masyarakat, degradasi ekosistem pesisir, serta kewajiban hukum pemerintah dalam penanganan abrasi di Provinsi Bengkulu. Data ini disampaikan dalam Dokumen Kajian Darurat Abrasi Pesisir Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data tersebut abrasi telah menghilangkan 712,81 hektare daratan pesisir yang tersebar di 109 desa pada tujuh kabupaten dan kota […]

06/24/2026
Sumber : Dokumentasi Genesis Pemukiman Kelurahan Belakang Gedung dipigir jurang abrasi

Imbas Kematian Gajah yang Berulang, Izin PT BAT dan PT API Sepatutnya Dievaluasi hingga Dicabut

Genesis mencermati pernyataan Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli, terkait evaluasi Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Bentara Agra Timber (PT BAT) dan PT Anugerah Pratama Inspirasi (PT API) pasca berulangnya kematian Gajah Sumatera serta terus berlangsungnya tekanan terhadap hutan  Bentang Alam Seblat di Provinsi Bengkulu. Menurut Genesis, kondisi yang terjadi di dalam kawasan PBPH kedua […]

05/08/2026
Dua ekor gajah yang mati di kawasan Hutan Produksi di Kabupaten Mukomuko

Mati di Dalam Kawasan ‘Lestari’: Tragedi Gajah Sumatera di Hutan Produksi

Di sebuah lanskap yang seharusnya menjadi rumah terakhir bagi gajah Sumatera di Bengkulu, seekor induk dan anaknya ditemukan mati. Bukan di luar kawasan hutan, bukan di wilayah konflik terbuka dengan manusia, tetapi di dalam kawasan hutan produksi yang secara hukum seharusnya dikelola untuk keberlanjutan. Peristiwa ini terjadi di Hutan Produksi Air Teramang, dalam wilayah izin […]

05/01/2026
Dua ekor gajah yang mati di kawasan Hutan Produksi di Kabupaten Mukomuko

FPB Datangi DPRD Seluma, Soroti Mandeknya Penanganan Konflik Agraria dengan PT SIL

BENGKULU – Forum Petani Bersatu (FPB) Seluma mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma pada Senin, 9 Februari 2026. FPB datang menuntut DPRD Seluma untuk memfasilitasi penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung lebih dari satu dekade antara FPB dan PT Sandabi Indah Lestari (PT SIL). Kedatangan FPB disambut dalam sebuah audiensi yang dihadiri […]

02/09/2026

Komitmen vs Kenyataan: Genesis Bengkulu Beberkan Krisis Hutan Seblat

BENGKULU – Genesis Bengkulu menanggapi kunjungan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) ke Bentang Alam Seblat yang menyatakan “pemerintah berkomitmen menyelamatkan habitat Gajah Sumatera” dengan merilis data lapangan yang menunjukkan fakta sebaliknya. Hutan alam di kantong populasi Seblat terus hilang setiap tahun, bahkan di dalam kawasan konservasi. “Komitmen tidak bisa diukur dari kunjungan […]

11/05/2025
Genesis Bengkulu

Kanopi Hijau: Pemerintah Biarkan Pencemaran Abu Batubara di 13 Lokasi Bengkulu

BENGKULU –  Kanopi Hijau Indonesia kembali mengungkap praktik pembuangan limbah abu batubara (Fly Ash Bottom Ash/FABA) oleh PT TLB secara sembarangan di luar area PLTU Teluk Sepang. Temuan ini menambah daftar lokasi pembuangan FABA di Bengkulu menjadi 13 titik. Lokasi tambahan yang ditemukan berada di Desa Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah. […]

06/02/2025

Koalisi STuEB Laporkan 15 Kejahatan Lingkungan 8 PLTU Batu Bara di Sumatera

JAKARTA – Sebanyak 15 laporan dugaan kejahatan lingkungan dari delapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di Pulau Sumatera resmi dilayangkan oleh koalisi masyarakat sipil kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Laporan-laporan tersebut merupakan hasil pemantauan oleh Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), yang terdiri dari 15 […]

05/06/2025

Kanopi Hijau Indonesia dan AMAN Bengkulu Luncurkan Sekolah Energi Bersih Jilid 3

BENGKULU – Kanopi Hijau Indonesia (KHI) berkolaborasi dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu resmi meluncurkan program Sekolah Energi Bersih (SEB) Jilid 3. SEB menjadi ruang edukasi dan aksi nyata menuju transisi energi terbarukan, adil, dan berkelanjutan, dengan melibatkan generasi muda dan komunitas sebagai aktor utama. Ketua Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar, mengatakan program SEB […]

04/26/2025

Sumatera Menolak Punah: Seruan Hari Bumi untuk Hentikan Energi Kotor

Hari Bumi bukan sekadar peringatan simbolik, ia adalah panggilan untuk bertindak. Di tengah krisis iklim yang semakin nyata, Sumatera berdiri di persimpangan: transisi energi atau perlahan punah di bawah bayang-bayang ketamakan. Pulau Sumatera, yang dulu dikenal sebagai rumah bagi hutan tropis lebat dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, kini terancam oleh ekspansi energi kotor. Salah […]

04/24/2025
Seruan Hari Bumi

Warga Padang Kuas Kembali Datangi ESDM, Akui Hidup dalam Ketakutan

BENGKULU – Warga Desa Padang Kuas kembali mendatangi Dinas ESDM Provinsi Bengkulu untuk meminta pertanggungjawaban terhadap dampak Tower SUTT. Salah satu warga, Edi Purwono sebut bukan hanya ganti rugi, tapi minta hidup aman dan tidak ada lagi warga yang terdampak. “Warga mau minta hidup aman, tidak ada lagi fenomena yang menakutkan,” kata Edi, Jumat (11/04/2025). […]

04/11/2025

Gunungan Limbah PLTU Batubara Teluk Sepang Dibuang ke Area Pemukiman Warga

BENGKULU – Kanopi Hijau Indonesia (KHI) menyebut, pembuangan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU batubara Teluk Sepang masih serampangan. Pembuangan itu dilakukan dengan cara dibagi-bagikan kepada warga menjadi tanah timbunan.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan KHI, pada akhir Februari 2023 ditemukan tiga lokasi baru di sekitar permukiman warga, atau berada di luar area proyek […]

03/21/2025
Gunungan Limbah PLTU Batubara Teluk Sepang

“Belum Mati, Belum Akan Mundur”: Perempuan Petani Pino Raya Bertahan di Tengah Konflik Sawit

“Pedas padi dimakan kerau,” ujar Ilis. Ucapan janda empat anak kelahiran 1979 yang sedang berjongkok di atas potongan batang kayu sebesar betis orang dewasa di sebelah kanan depan seghudung itu, seketika memecah obrolan. Sambil menatap lurus ke arah pohon kopi di lawang pepohonan sawit, jemari tangan kanannya, yang bertumpu di lutut kanan, menggenggam erat tali […]

06/26/2026
Perempuan Petani Pino Raya

Cerita Perempuan Petani Kopi Pulang ke Cara Leluhur

“Ada penyesalan,” kata Mardalena. Ucapannya seketika membuat perempuan petani kopi lainnya membisu. Seolah menunggu pekikan nyaring sesiar yang bersembunyi di pepohonan di kebun kopi mereda, ia pun ikut larut dalam kesunyian senja itu. Matanya menatap buku tulis bermotif batik dengan sulur dan bunga berwarna merah, cokelat, hijau dan kuning yang dipegangnya di depan kakinya yang […]

01/28/2026
Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Bengkulu di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kepahiang.

Segenggam Padi Riun, Sejarah yang Nyaris Tenggelam di Sungai Lisai

Hasan Mukti menarik napas panjang, lalu melepaskannya perlahan. Sembari duduk bersila di atas karpet plastik merah, pandangannya lurus menatap pintu kayu yang terbuka lebar. Dari seberang rumah, terdengar deru pertemuan sungai Lisai dan Seblat yang mengalir tanpa henti. Beban yang menyesak di dadanya selama tiga tahun terakhir mulai meluruh. Bersama anggota Komunitas Adat Sungai Lisai, […]

01/01/2026
Anggota Komunitas Adat Sungai Lisai

Ketika Perempuan Menjaga Hidup di Kebun Kopi

Siti Hermi sama sekali tak pernah menduga. Keputusan dia dan suaminya, Depi, mengubah cara memperlakukan kebun kopi sekitar tahun 2007 berdampak fatal. Satu per satu sumber penghidupan di kebun kopi yang menjadi penopang hidup keluarganya perlahan hancur. “Khususnya cabai rawit, yang menjadi penopang utama keluarga saya untuk menjalani kehidupan sehari-hari, terutama sebelum musim panen kopi,” […]

12/17/2025
Siti Hermi, Perempuan Petani Kopi

Gerakan Membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim Perlu Dimasifkan untuk Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi

Gerakan perempuan petani kopi membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim tak lagi sekadar dianggap relevan, melainkan mendesak untuk dimasifkan. Di tengah cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi akibat perubahan iklim, membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim juga berarti mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. “Justru harus dimasifkan,” kata Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Bengkulu, M. Fajrin Hidayat, […]

12/02/2025
Koppi Sakti Bengkulu menghidupkan kembali berbagai kearifan/praktik lokal dalam pengelolaan kebun kopi yang selaras dengan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Pemda Dukung Perluasan Kebun Kopi Tangguh Iklim di Rejang Lebong

“Tentunya kami, Pemerintah Daerah Rejang Lebong, berterima kasih. Ibu-ibu telah mencetuskan solusi terhadap permasalahan keseharian yang dihadapi petani kopi saat ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong Suradi, SP, M. Si saat berdiskusi dengan perwakilan Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Bengkulu pada Selasa (11/11/25). Diskusi di ruang […]

11/21/2025
1. Perwakilan Koppi Sakti Bengkulu bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi, SP, M. Si dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Lince Malini, SP memegang poster Kebun Kopi Tangguh Iklim.

Lima Petani Pino Raya Ditembak Aparat Keamanan Perusahaan PT Agro Bengkulu Selatan

Ketegangan antara petani Pino Raya dan pihak PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) berujung pada tindakan kekerasan bersenjata, menyebabkan empat orang petani tertembak dan satu orang lainnya mengalami luka serius pada Senin siang (24/11/2025). Peristiwa ini terekam dalam video warga dan memicu protes luas dari masyarakat. Insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB, ketika petani kembali […]

11/24/2025
Ilustrasi. AI Generated

Walhi Bengkulu Tolak Tambang Emas PT ESDM di Bukit Sanggul

BENGKULU – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bengkulu menolak keberadaan pertambangan emas dari PT Energi Swadaya Dinamika Muda (ESDM) di kawasan hutan Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma. Direktur WALHI Bengkulu, Dodi Faisal sebut tambang tersebut berpotensi mempercepat perubahan iklim dan bencana ekologis di Provinsi Bengkulu. “Aktivitas pertambangan emas yang berlokasi di kawasan hutan Bukit Sanggul Kabupaten […]

05/03/2025
Walhi Bengkulu Tolak Tambang Emas PT ESDM di Bukit Sanggul

Walhi: Ekosistem Bengkulu Sekarang Tidak Baik

BENGKULU – Banyaknya persoalan ekosistem yang terancam di Provinsi Bengkulu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bengkulu mengajak kaum muda untuk sama-sama menyikapi dan merespon untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu, Dodi Faisal sebut semua harus bertindak. “Sebuah inisiatif dari walhi Bengkulu serta  dibantu oleh kawan-kawan NGO dimana ada masalah ekosistim yang […]

05/01/2025

Walhi Komentari Rencana Lelang Blok Potensi Batu Bara dari Kadis ESDM

BENGKULU – Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (WALHI) Daerah Bengkulu, Abdullah Ibrahim Rintonga mengomentari pernyataan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu tentang tiga blok potensi batu bara yang bakal dilelang. Menurutnya, pelelangan tersebut tidak boleh dilakukan secara sepihak lantaran ada hak-hak masyarakat di lokasi tersebut. “Ada hak-hak masyarakat lokal di sekitar […]

01/16/2025

Walhi Menduga Pembebasan Kawasan Hutan di Bengkulu untuk Kepentingan Politik

BENGKULU – Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Eksekutif Nasional Walhi , Uli Arta Siagian mengungkapkan, usaha pelepasan kawasan hutan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam revisi Perda No 2 Tahun 2012 bersifat transaksional. Uli menuding upaya ini merupakan bentuk transaksional antara elit politik untuk menunjang aktivitas pemilu dan pihak korporasi agar tidak melanggar saat mengesktrasi kawasan […]

02/02/2023

Walhi Sebut PT FBA Berusaha Hilangkan Bukti Aktivitas Tambang Pasir Besi

BENGKULU – Kadep Advokasi dan Program Walhi Bengkulu, Dodi Faisal menyebut saat ini PT Faminglevto Bakti Abadi (FBA) yang mengelola tambang pasir besi di Seluma berupaya menghilangkan bukti adanya aktivitas pertambangan. “Berdasarkan pemantauan di lapangan, tambang pasir besi yang diduga ilegal ini telah menimbun lubang tambang menggunakan alat berat dan juga akan mengangkut pasir keluar […]

07/06/2022

Artikel Terbaru Non-Governmental Organization