Logo
Dempo Xler

Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Bupati, Tuntut Tutup Aktifitas PT AUDK

Ratusan warga dari 2 Kecamatan dan 5 desa melakukan aksi unjuk rasa, di kantor Bupati BU, Rabu (31/08)

Ratusan warga dari 2 Kecamatan dan 5 desa melakukan aksi unjuk rasa, di kantor Bupati BU, Rabu (31/08)

bengkulunews.co.id – Ratusan warga dari Kecamatan Napal Putih dan Pinang Raya menggelar unjuk rasa di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Mereka meminta Bupati menghentikan aktifitas PT Andalas Utama Dinamis Karya (AUDK), Rabu (31/08).

Koordinator lapangan, Tiken, dalam orasinya mengatakan bahwa PT AUDK telah melanggar kesepakatan bersama yang dibuat pada 20 Mei 2016 lalu. Isi kesepakatan itu, pihak perusahaan berjanji akan membangun jalan dan gorong- gorong agar transportasi masyarakat tidak terganggu.

Namun janji itu belum juga dipenuhi oleh PT AUDK, sedangkan pihak perusahaan terus menjalankan aktifitasnya.

“Jalan yang kami lewati, sekarang semakin hancur,” kata Tiken dalam orasinya.

PT. AUDK beralamat di Kecamatan Napal Putih bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Pantauan bengkulunews, aksi berjalan damai dan kondusif. Tampak ratusan personel kepolisian dari satuan sabhara berjaga-jaga mengamankan aksi ini. Kapores BU, AKBP. Andhika Vishnu turun langsung memantau lapangan.

Berikut tuntutan warga :

  1. Meminta di fasilitasi dengan pihak perusahaan terkait kejelasan kerusakan sarana dan prasarana seperti jalan, gorong-gorong yang diduga rusak akibat aktifitas PT. AUDK.
  2. Warga mempertanyakan sebab akibat tidak dijalankannya kesepakatan antara warga 5 Desa dan PT. AUDK pada (20/5/2016) yang dibuat secara tertulis.
  3. Meminta agar pihak perusahaan untuk tidak melakukan aktivitas pemanenan buah kelapa sawit, sebelum permasalahan sekaligus perizinan perusahaan tersebut selesai.
  4. Warga berharap Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian mengambil alih permasalahan ini guna terciptanya ketenangan di hati masyarakat setempat. (Jonedi)