Logo

Nek Raminah, Potret Kemiskinan di Benteng

Nek Raminah, Potret Kemiskinan di Benteng

BENGKULU TENGAH, bengkulunews.co.id- Usai hiruk pikuk Pilkada Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) pada Februari lalu yang hingga kini masih menyisakan masalah.

Banyak hal yang terlupakan oleh kita, salah satunya masalah kemiskinan. Seperti yang dialami oleh Nenek Raminah, seorang nenek berusia 90 tahun yang menetap di Desa Tengah Padang Kecamatan Talang Empat.

Hidupnya sungguh memperihatinkan. Tidak seperti kebanyakan orang tua yang menikmati usia senjanya, Nenek Raminah terpaksa harus hidup dalam kondisi yang serba kekurangan.

Nenek Raminah hidup hanya mengandalkan bantuan seadanya dari anak sulungnya dan para tetangga. Tubuh kurusnya melemah dimakan usia, untuk berdiri saja nenek Raminah harus berpegangan pada dinding rumah.

Kadang dirinya harus merangkak untuk hanya menuju ke kamar mandi. Dengan tubuh yang hanya ditutupi sehelai kain nenek Raminah bercerita telah ditinggalkan oleh sang suami, Zakaria yang meninggal di akhir tahun 80-an lalu.

“Suami sudah lama meninggal, ya sampai kini ya beginilah. Kalau mau bergerak saya merangkak,” ucap nenek Raminah pelan dan terputus-putus pada bengkulunews.co.id Selasa (28/3/2017).

Rumah tua yang terbuat dari papan, tempat ia menjalani kesehariannya pun terkesan tidak terurus. Pada sisi kiri dan kanan rumah terlihat telah ditumbuhi rerumputan setinggi lutut orang dewasa.

Pada bagian depan rumah masih berlantaikan tanah. Nenek Rominah sebetulnya bukanlah sebatang kara.

Salah seorang dari ke-4 anaknya tinggal hanya beberapa meter dari rumah yang ia tempati. Namun karena kesibukannya yang bekerja sebagai penyadap karet, nenek Raminah hanya diurus oleh menantunya, Maryanah.

Setiap pagi dan sore hari, Istri dari putra sulungnya yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini bertugas mengantarkan makanan. Setelah itu nenek Raminah kembali ditinggal sendirian.

“Antar makanan saja trus langsung pulang lagi, kalau mau kemana-mana nenek ini sendirian,” kata Maryanah.

Maryanah menambahkan, semenjak satu tahun terahir menderita sakit, nenek Raminah belum sekalipun mendapatkan perhatian pemerintah.

Bantuan sembako yang diterima hanyalah pemberian sekelompok warga yang perihatin dengan kondisi sang nenek. Seperti bantuan yang diterima oleh komunitas Sahabat beberapa hari lalu. Raminah pun mengucapkan terimakasih.

Kondisi Raminah hanyalah salah satu dari sekian banyak potret kemiskinan yang ada di Kabupaten Maroba Kite Maju.

Dilansir dari situs bentengprogres.co.id berdasarkan rilis terahir data Badan Pusat Statistik Kabupaten Benteng tahun 2015.

Kemiskinan masih menjadi masalah utama di kabupaten yang mekar 8 tahun silam ini. Dari tahun 2010-2015, angka kemiskinan di Benteng kian meningkat hingga mencapai angka 8930 kepala keluarga.

Kenaikan rata-rata pertahunnya berkisar 7%. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah kepala daerah yang terpilih untuk memimpin kabupaten ini 5 tahun ke depan.