
Penulis: Lira Virna Reta
Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa unuversitas di Bengkulu di halaman DPRD Provinsi Bengkulu ricuh pada selasa (12/5/2026). Massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan membuat ketegangan dengan aparat kepolisian hingga terjadi aksi saling dorong mendorong di lokasi demo.
Aksi demonstrasi merupakan bagian penting dari kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi. mahasiswa turun ke jalan untuk menyampoaikan aspiransi mengenai Pendidikan,program Makanan Bergizi Gratis (MBG).hingga kesejahteraan buruh merupakan hal yang wajar dan seharusmya didengar pemerintah.Namun,kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian emosi dan situasi di lapangan masih menjadi persoalan serius.
Insiden dugaan mahasiswa menyenggol bagian sensitif seorang polisi Wanita di Tengah aksi yang berdesakan tentu sangat disayangkan.Dalam kondisi massa yang padat,kemungkinan terjadinya kontak fisik memang besar,tetapi situasi seperti ini tetap harus ditangani secara professional dan tidak langsung memicu ketegangan yang lebih besar.Semua pihak perlu menahan diri agar demonstrasi tidak berubah menjadi konflik antara mahasiswa dan apparat.
Di sisi lain,peristiwa ini juga memperlihatkan pentingnya pengamanan aksi yang lebih humanis dan tertata.Aparat keamanan memiliki tugas menjaga ketertiban,sementara mahasiswa juga memiliki tanggung jawab menjaga etika dalam menyampaikan pendapat.Ketika kedua pihak sama-sama teroancing emosi,tujuan utama demonstrasi justru bisa hilang dan perhatian publik beralih pada kericuhan,bukan pada tuntutan yang disampikam.
Ramainya video kejadian di media sosial turut memperbesar perhatian masyarakat.Warganet pun memberikan beragam tanggapan,ada yang membela mahasiswa dan ada oula yang mendukung aparat.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat sensitif terhadap isu kekerasan maupun Tindakan yang dianggap tidak pantas dalam aksi demonstrasi.
Menurut saya,kejadian ini harus menjadi Pelajaran bagi semua pihak.Demonstrasi seharusnya mrnjadi ruang mrnyampaikan kritik secara damai dan bermatrabat,bukan ajang saling menyalahkan.Pemerintah perlu lebih terbuka mendengar aspirasi mahasiswa,sementara peserta aksi dan aparat harus sama-sama menjaga sikap agar kejadian serupa tidak Kembali terulang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!