
Foto bersama mahasiswa dan siswa peserta MPLS SMPN 23 Seluma
Oleh: Syifa Sayyidah Sya’ban
Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 23 Seluma pada Senin (13/7/2026) diwarnai dengan terobosan edukatif yang menyita perhatian. Sebanyak 90 peserta didik baru kelas VII tampak antusias mengikuti program pengabdian masyarakat berupa edukasi pergaulan sehat yang digagas oleh Mahasiswa Kelompok 15 KKN UNIB Periode 108.
Program yang mengusung judul “Implementasi Framework CERDAS dalam Edukasi Pergaulan Sehat melalui Challenge Analisis Kasus pada Remaja SMP” ini sengaja diintegrasikan kedalam jadwal MPLS. Tujuannya untuk membentengi para remaja dari ancaman pergaulan bebas dan kekerasan seksual, sekaligus memberikan pembekalan karakter yang esensial saat mereka memasuki lingkungan pendidikan tingkat menengah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan warna baru di dalam kelas dengan memperkenalkan model pembelajaran partisipatif bernama Framework CERDAS. Melalui metode ini, para siswa diajak untuk tidak sekadar mendengarkan materi yang disampaikan, namun juga terlibat langsung dalam membedah berbagai studi kasus nyata seputar dinamika sosial remaja. Mulai dari tahapan memberikan tantangan kasus, mengevaluasi akar permasalahan, merumuskan penalaran solusi secara logis, mengambil keputusan berbasis perlindungan diri, mempresentasikan hasil analisis di depan kelas, hingga menerima penguatan materi langsung dari narasumber.
Pendekatan kreatif berbasis problem-solving ini terbukti ampuh mencairkan suasana dan memicu daya nalar kritis para siswa. Suasana kelas terpantau sangat hidup ketika anak-anak usia remaja awal tersebut saling berdiskusi, berargumen, dan memecahkan persoalan secara kolaboratif dalam kelompok masing-masing. Pihak sekolah turut memberikan apresiasi tinggi karena program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan psikososial peserta didik saat ini.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang berjalan lancar tanpa kendala waktu tersebut, tim pelaksana juga menerapkan instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test. Langkah ini diambil guna mengukur secara objektif tingkat efektivitas metode CERDAS dalam mendongkrak pemahaman siswa, sehingga upaya pencegahan kekerasan seksual dan berbagai macam jenis pergualan bebas di lingkungan satuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!