Gambar BengkuluNews

“Cukup Scan!” Inovasi E-SAKTI KKN Kelompok 15 UNIB Permudah Akses Administrasi Warga Sukaraja

“Cukup Scan!” Inovasi E-SAKTI KKN Kelompok 15 UNIB Permudah Akses Administrasi Warga Sukaraja

E-SAKTI (Elektronik Sistem Administrasi Kelurahan Terintegrasi), sebuah website yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Bengkulu.

Penulis : Khaori Suci Armadani

Tidak perlu lagi datang ke kantor kelurahan hanya untuk menanyakan persyaratan administrasi. Warga Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Seluma, kini dapat memperoleh informasi layanan administrasi cukup melalui E-SAKTI (Elektronik Sistem Administrasi Kelurahan Terintegrasi), sebuah website yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Bengkulu.

Inovasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan dan alur pelayanan secara lebih mudah. Melalui E-SAKTI, warga cukup memindai QR Code yang tersedia atau mengakses website secara langsung menggunakan telepon pintar.

Setelah masuk ke dalam sistem, masyarakat dapat memilih jenis layanan administrasi yang dibutuhkan. E-SAKTI kemudian menampilkan persyaratan dokumen serta alur pelayanan yang harus dipenuhi. Dengan demikian, warga dapat mengetahui dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan sebelum datang ke kantor kelurahan, sehingga tidak perlu melakukan kunjungan hanya untuk menanyakan informasi dasar.

E-SAKTI menyediakan informasi mengenai lebih dari 20 jenis layanan dan dokumen persyaratan administrasi dalam satu platform. Kehadiran informasi tersebut memberikan masyarakat rujukan yang lebih terpusat ketika membutuhkan informasi mengenai berbagai pelayanan di Kelurahan Sukaraja.

Untuk memperluas akses, mahasiswa tidak hanya menyediakan QR Code di kantor kelurahan. X-banner berisi QR Code E-SAKTI ditempatkan di Kantor Lurah Sukaraja, sementara QR Code juga dicetak dan disebarkan ke delapan RT di Kelurahan Sukaraja. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat mengakses informasi administrasi dari lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

E-SAKTI merupakan karya mahasiswa KKN Kelompok 15 yang dirancang dan dikembangkan sendiri, mulai dari perancangan sistem hingga website siap digunakan. Pengembangan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pihak kelurahan, dengan tujuan menghadirkan sistem informasi yang mudah digunakan serta dapat dikelola dan diperbarui sesuai kebutuhan pelayanan.

Setelah melalui proses pengembangan, E-SAKTI kemudian diserahkan secara langsung kepada pihak Kelurahan Sukaraja. Dalam proses serah terima tersebut, lurah diwakili oleh sekretaris kelurahan. Pihak kelurahan menyambut baik kehadiran inovasi tersebut dan menunjukkan antusiasme terhadap pemanfaatan teknologi untuk mendukung penyampaian informasi administrasi kepada masyarakat.

Melalui E-SAKTI, warga cukup memindai QR Code yang tersedia atau mengakses website secara langsung menggunakan telepon pintar.

Melalui E-SAKTI, warga cukup memindai QR Code yang tersedia atau mengakses website secara langsung menggunakan telepon pintar.

Sekretaris Lurah Sukaraja menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan E-SAKTI. Menurutnya, sistem tersebut dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat karena informasi mengenai persyaratan administrasi dapat diperoleh sebelum warga datang ke kantor kelurahan.

“Kami sangat menyambut baik inovasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN ini. E-SAKTI sangat menarik karena masyarakat bisa mengetahui persyaratan administrasi terlebih dahulu tanpa harus datang ke kantor hanya untuk bertanya. Apalagi QR Code-nya juga ditempatkan di delapan RT, sehingga aksesnya lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap sistem ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk membantu pelayanan di Kelurahan Sukaraja,” ujar Sekretaris Lurah Sukaraja.

Sambutan positif dari pihak kelurahan menjadi langkah penting dalam keberlanjutan E-SAKTI. Penyerahan sistem tersebut memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN tidak berhenti sebagai program kerja mahasiswa, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 15, Hendro Paulus (21), mengatakan bahwa E-SAKTI dibuat dengan tujuan menghadirkan solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami melihat bahwa warga terkadang harus datang ke kantor kelurahan hanya untuk menanyakan persyaratan administrasi. Dari situ kami mencoba membuat solusi yang lebih praktis melalui E-SAKTI. Warga bisa melihat terlebih dahulu persyaratan dan alur pelayanan yang dibutuhkan sebelum datang ke kantor kelurahan,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, pembuatan website secara mandiri juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghasilkan program yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

“Kami ingin hasil KKN ini tidak hanya selesai ketika kami selesai menjalankan program di Sukaraja. Karena itu, kami membuat sistem yang bisa digunakan oleh masyarakat dan diserahkan kepada pihak kelurahan. Kami juga memasang QR Code di kantor kelurahan dan delapan RT agar aksesnya lebih luas dan dekat dengan warga,” tambahnya.

Bagi masyarakat Sukaraja, keberadaan E-SAKTI memberikan alternatif baru untuk memperoleh informasi administrasi secara lebih mudah. Warga dapat mengetahui persyaratan dan tahapan pelayanan melalui telepon pintar sebelum melakukan pengurusan secara langsung.

Sementara bagi pihak kelurahan, E-SAKTI dapat menjadi media informasi yang lebih terstruktur sekaligus membantu mengurangi kebutuhan warga untuk datang hanya untuk menanyakan persyaratan suatu layanan. Informasi yang tersedia juga dapat menjadi rujukan awal bagi masyarakat sebelum berinteraksi langsung dengan petugas kelurahan.

Lebih dari sekadar menghadirkan sebuah website, inovasi ini menunjukkan upaya mahasiswa KKN dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dengan satu kali pemindaian QR Code, warga dapat mengakses informasi lebih dari 20 layanan administrasi dari perangkat yang mereka miliki.

Melalui penyerahan E-SAKTI kepada pihak Kelurahan Sukaraja dan penyediaan akses hingga ke delapan RT, inovasi tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan. Kehadirannya menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan informasi administrasi kepada masyarakat serta mendorong pelayanan kelurahan yang lebih mudah, informatif, dan adaptif terhadap kebutuhan warga.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!