Gambar BengkuluNews

KKN UNIB Kelompok 15 Edukasi Kesehatan Masyarakat melalui Sosialisasi Stunting dan Hipertensi di Sukaraja

KKN UNIB Kelompok 15 Edukasi Kesehatan Masyarakat melalui Sosialisasi Stunting dan Hipertensi di Sukaraja

Kegiatan dilaksanakan di dua titik wilayah Kelurahan Sukaraja, yaitu wilayah luar yang berada di sekitar belakang kantor lurah dan wilayah dalam.Kegiatan dilaksanakan di dua titik wilayah Kelurahan Sukaraja, yaitu wilayah luar yang berada di sekitar belakang kantor lurah dan wilayah dalam.

Penulis : Khaori Suci Armadani

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Kelompok 15 turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan melalui kegiatan sosialisasi mengenai stunting dan hipertensi di Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 dan 15 Juli tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan di dua titik wilayah Kelurahan Sukaraja, yaitu wilayah luar yang berada di sekitar belakang kantor lurah dan wilayah dalam. Pembagian lokasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, mengingat wilayah Sukaraja terbagi menjadi dua bagian dengan karakteristik dan akses masyarakat yang berbeda. Sebanyak 10 mahasiswa KKN Kelompok 15 terlibat bersama sekitar 10 kader Posyandu dalam pelaksanaan kegiatan.

Edukasi mengenai stunting diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara itu, sosialisasi hipertensi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, mengenai pentingnya menjaga tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat. Selain edukasi, kegiatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah bagi lansia sebagai bentuk deteksi dini dan upaya mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.

Sebanyak 34 peserta mengikuti pengisian pre-test dan post-test sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat pemahaman peserta sebelum dan setelah memperoleh edukasi. Peserta yang hadir mencakup masyarakat dari kelompok balita serta lanjut usia yang mengikuti kegiatan Posyandu.

Menurut Hendro Paulus (21), Koordinator Desa KKN Universitas Bengkulu Kelompok 15, edukasi mengenai stunting dan hipertensi penting dilakukan karena persoalan kesehatan di masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan, tetapi juga pemahaman yang dapat mendorong masyarakat mengambil tindakan pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan seperti ini penting karena kesehatan bukan hanya tentang pengobatan ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memahami kondisi kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini. Edukasi mengenai stunting penting agar orang tua semakin memahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak perlu diperhatikan sejak awal. Begitu juga dengan hipertensi, terutama bagi masyarakat lanjut usia, karena pemeriksaan dan pengetahuan mengenai pola hidup sehat dapat membantu masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya,” ujar Hendro Paulus.

Hendro menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN juga mendapat respons positif dari kader Posyandu. Ibu Rika (34), salah satu kader yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa keterlibatan mahasiswa KKN memberikan dukungan nyata dalam proses edukasi kesehatan kepada warga. Menurutnya, kehadiran mahasiswa turut membantu mengatasi keterbatasan sumber daya manusia kader sekaligus memperluas jangkauan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.

“KKN ini sangat membantu dalam proses edukasi kepada warga, apalagi SDM kader juga terbatas. Sukaraja terbagi menjadi wilayah luar dan wilayah dalam, sehingga dengan adanya mahasiswa KKN, proses pemberian edukasi bisa lebih merata,” ujar Ibu Rika.

Kolaborasi antara mahasiswa dan kader tersebut menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan. Mahasiswa membantu memperkuat kapasitas pelaksanaan kegiatan, sementara kader memiliki kedekatan dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat setempat. Dengan demikian, edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat melalui kegiatan Posyandu yang sudah berjalan di lingkungan mereka.

Bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan stunting, pentingnya pemantauan kesehatan anak, serta kesadaran terhadap risiko hipertensi dan pentingnya pemeriksaan tekanan darah. Bagi kader Posyandu, keterlibatan mahasiswa memberikan dukungan tambahan dalam menjangkau masyarakat di dua wilayah Sukaraja.

Melalui kegiatan tersebut, KKN Universitas Bengkulu Kelompok 15 berupaya menghadirkan program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, serta kolaborasi dengan kader Posyandu menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung masyarakat Sukaraja agar semakin mampu mengenali risiko kesehatan dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!