Gambar BengkuluNews

Turnamen Voli Breng-Breng Sukaraja, KKN Kelompok 15 Satukan Warga dalam Semangat Olahraga

Turnamen Voli Breng-Breng Sukaraja, KKN Kelompok 15 Satukan Warga dalam Semangat Olahraga

Penulis : Khaori Suci Armadani

Semangat masyarakat Kelurahan Sukaraja untuk berolahraga dan berkumpul bersama kembali terlihat melalui Turnamen Voli Breng-Breng yang digelar oleh KKN Kelompok 15 Universitas Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari seluruh RT di Kelurahan Sukaraja dengan mempertandingkan kategori putra dan putri. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut dirancang sebagai ruang untuk meningkatkan minat berolahraga, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Hal yang menjadi ciri khas turnamen ini adalah penerapan sistem “breng-breng”. Dalam sistem tersebut, peserta tidak menentukan sendiri siapa yang akan menjadi rekan satu tim. Anggota tim ditentukan melalui undian sehingga setiap peserta baru mengetahui rekan satu timnya setelah proses pembagian kelompok dilakukan. Konsep ini membuat pertandingan tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain, tetapi juga menuntut peserta untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun kekompakan dengan warga yang mungkin sebelumnya belum dekat.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat dari berbagai RT di Kelurahan Sukaraja. Antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui 6 tim, sementara panitia menyediakan kuota maksimal delapan tim. Respons tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, memiliki ketertarikan terhadap kegiatan olahraga yang dikemas secara kompetitif sekaligus memberikan ruang untuk berinteraksi dengan warga lainnya.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 15, Hendro Paulus (21), menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama penting untuk memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat melakukan aktivitas yang sehat dan positif.

“Menurut kami, kegiatan seperti ini penting karena olahraga bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang positif. Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarwarga,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, sistem breng-breng juga sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka. Peserta tidak hanya bermain bersama kelompok pertemanan atau lingkungan yang sudah dikenal, tetapi memiliki kesempatan untuk mengenal dan bekerja sama dengan warga dari RT lainnya.

“Dengan sistem breng-breng, peserta tidak tahu sebelumnya akan satu tim dengan siapa. Jadi mereka harus belajar berbaur dan membangun kekompakan dengan anggota tim masing-masing. Dari situ kami berharap muncul rasa kebersamaan yang lebih kuat di antara warga Sukaraja,” tambahnya.

Antusiasme terhadap kegiatan tersebut turut mendapat respons positif dari Wakil Karang Taruna Sukaraja, Bapak Zon (35). Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dari berbagai RT memberikan wadah positif bagi generasi muda untuk beraktivitas sekaligus membangun hubungan sosial di lingkungan kelurahan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk berkegiatan bersama. Selain membuat mereka lebih aktif berolahraga, kegiatan ini juga bisa mempererat silaturahmi dan membuat warga dari berbagai RT semakin saling mengenal,” ujar Zon.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka. Turnamen tidak menyediakan uang pembinaan, tetapi menyediakan hadiah menarik bagi para pemenang serta reward bagi seluruh peserta. Dengan konsep tersebut, setiap peserta tetap mendapatkan apresiasi dan tidak ada yang pulang dengan tangan kosong.

Pemberian penghargaan kepada seluruh peserta menjadi bagian dari upaya menciptakan kompetisi yang inklusif. Orientasi kegiatan tidak hanya diarahkan pada pencarian juara, tetapi juga pada pengalaman positif yang diperoleh masyarakat selama mengikuti pertandingan. Sportivitas, kerja sama, dan keberanian untuk berinteraksi dengan warga lain menjadi nilai yang turut dibangun melalui kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat Sukaraja, turnamen ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan voli. Lapangan olahraga menjadi ruang pertemuan bagi warga dari berbagai RT untuk berinteraksi, saling mendukung, dan membangun kekompakan. Bagi generasi muda, kegiatan ini juga memberikan alternatif aktivitas yang sehat dan produktif sekaligus menjadi wadah untuk menyalurkan minat di bidang olahraga.

Melalui Turnamen Voli Breng-Breng, mahasiswa KKN Kelompok 15 berharap semangat olahraga masyarakat Sukaraja dapat terus tumbuh dan berkembang setelah kegiatan berakhir. Tingginya antusiasme warga menjadi modal positif untuk mendorong kegiatan olahraga yang lebih rutin serta membangun kebiasaan hidup aktif dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!