Gambar BengkuluNews

Eksplorasi Wisata Alam Seluma, KKN Kelompok 15 Kunjungi Ikan Larangan dan Napal Jungur

Eksplorasi Wisata Alam Seluma, KKN Kelompok 15 Kunjungi Ikan Larangan dan Napal Jungur

Suasana asri kawasan wisata Napal Jungur dengan aliran sungai dan lingkungan alam yang masih terjaga.

Penulis : Khaori Suci Armadani

Kabupaten Seluma menyimpan beragam potensi wisata alam yang menawarkan keindahan sekaligus kekayaan lingkungan yang khas. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Bengkulu melakukan kunjungan ke dua destinasi wisata alam di Kabupaten Seluma, yaitu Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan, dan Napal Jungur di Kecamatan Lubuk Sandi.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat potensi wisata alam yang berada di wilayah Kabupaten Seluma. Selain menikmati keindahan alam, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa memahami karakteristik destinasi lokal serta potensi yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Ikan Larangan, yang berada di Desa Taba Lubuk Puding, Kecamatan Air Periukan. Kawasan ini dikenal dengan aliran sungainya yang jernih dan keberadaan ribuan ikan semah atau maser yang dilindungi berdasarkan adat setempat.

Keberadaan ikan yang dilindungi adat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Ikan Larangan. Tradisi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara masyarakat dengan lingkungan alam di sekitarnya, sekaligus menjadi bentuk kearifan lokal dalam menjaga keberlangsungan ekosistem sungai.

Bagi mahasiswa, Ikan Larangan tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga memberikan gambaran mengenai bagaimana aturan dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat dapat berperan dalam menjaga sumber daya alam. Keunikan tersebut menjadi potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas wisata Kabupaten Seluma. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Napal Jungur di Kecamatan Lubuk Sandi. Destinasi ini menawarkan suasana alam yang masih asri dengan aliran sungai yang jernih, air terjun yang menyegarkan, serta formasi batu karst yang menjadi salah satu karakteristik kawasan tersebut.

Keindahan alam Napal Jungur menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata berbasis alam. Lokasinya juga relatif mudah dijangkau, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit dari Kota Bengkulu. Harga tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per orang, menjadi salah satu faktor yang membuat destinasi ini berpotensi menarik lebih banyak wisatawan.

Kunjungan ke kedua destinasi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Seluma. Ikan Larangan menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan kearifan lokal, sementara Napal Jungur menghadirkan panorama alam berupa sungai, air terjun, dan batu karst.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 15, Hendro Paulus (21), menilai bahwa pengenalan terhadap potensi wisata lokal penting dilakukan, terutama karena masih banyak destinasi di daerah yang memiliki keindahan dan keunikan tetapi belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Kami melihat bahwa Seluma memiliki banyak potensi wisata alam yang menarik. Melalui kunjungan ini, kami ingin mengenal lebih dekat destinasi yang ada di sekitar wilayah kami sekaligus melihat potensi yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat. Ikan Larangan dan Napal Jungur memiliki karakter yang berbeda, tetapi keduanya menunjukkan bahwa Seluma memiliki kekayaan alam yang layak untuk terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Hendro.

Menurutnya, pengembangan wisata tidak hanya berkaitan dengan menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Potensi wisata tentu harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Keunikan seperti ikan yang dilindungi adat di Ikan Larangan justru menjadi nilai yang harus dijaga. Begitu juga dengan Napal Jungur, keindahan alamnya perlu dipertahankan agar tetap bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Eksplorasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengembangan pariwisata daerah dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Keindahan alam yang dimiliki Seluma bukan hanya memiliki nilai rekreasi, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan ke Ikan Larangan dan Napal Jungur, mahasiswa KKN Kelompok 15 berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi wisata alam Kabupaten Seluma. Di sisi lain, keberadaan destinasi tersebut juga perlu terus dijaga agar kekayaan alam dan kearifan lokal yang menjadi daya tariknya dapat tetap lestari.

Eksplorasi ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mengenali potensi daerah tempat mereka melaksanakan KKN. Dari kejernihan sungai dan ikan semah yang dilindungi adat di Ikan Larangan hingga air terjun dan batu karst di Napal Jungur, Kabupaten Seluma menunjukkan bahwa kekayaan wisata alamnya memiliki cerita dan karakter yang layak untuk diperkenalkan lebih luas.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!