
Foto,arsari.co.id
Desakan agar Hashim Djojohadikusumo mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim semakin menguat. Setelah surat terbuka yang disampaikan masyarakat sipil diterima Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), ICJL Foundation melanjutkan advokasi melalui petisi publik di Change.org yang telah ditandatangani ratusan orang.
Petisi bertajuk “Mendesak Hashim Djojohadikusumo Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden” turut mendapat dukungan dari aktivis HAM Usman Hamid dan aktivis lingkungan sekaligus menteri kabinet bayangan Iqbal Damanik. Dukungan lintas gerakan ini menunjukkan bahwa persoalan integritas dan independensi diplomasi iklim Indonesia menjadi perhatian masyarakat sipil.
Ketua ICJL Foundation sekaligus Pakar Sosio-Ekologis, Firdaus Cahyadi, menyatakan bahwa petisi tersebut merupakan kelanjutan dari keresahan publik yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah melalui surat terbuka.
Menurut Firdaus, keterkaitan Hashim dengan industri minyak dan gas (migas), termasuk melalui perusahaan di bawah Arsari Group, memunculkan pertanyaan serius mengenai potensi konflik kepentingan dalam menjalankan mandat diplomasi iklim. Terlebih, Indonesia tengah menghadapi tuntutan untuk memperkuat komitmen transisi energi dan pengurangan emisi.
“Diplomasi iklim tidak cukup hanya berbicara tentang komitmen di panggung internasional. Indonesia juga harus memastikan bahwa figur yang mewakilinya memiliki independensi dan integritas. Jangan sampai kepentingan industri energi fosil justru menimbulkan keraguan terhadap komitmen iklim negara,” menjadi pesan utama yang disuarakan dalam gerakan ini.
Desakan tersebut semakin relevan menjelang COP31 di Antalya, Turki. Kredibilitas Indonesia dalam diplomasi iklim internasional dipertaruhkan apabila komitmen pengendalian krisis iklim tidak sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bebas dari potensi konflik kepentingan.
Melalui petisi ini, ICJL Foundation mengajak masyarakat untuk menyuarakan tuntutan evaluasi dan pengunduran diri Hashim Djojohadikusumo. Bagi ICJL, gerakan ini bukan sekadar persoalan pergantian pejabat, melainkan perjuangan memastikan diplomasi iklim Indonesia berpihak pada kepentingan publik, keadilan ekologis, dan masa depan lingkungan hidup.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!