Kendala Bukanlah Penghalang Bagi Perwakilan SMA Sint Carolus Untuk Raih Kemenangan

BENGKULU – Perwakilann Peraih Juara II Lomba  National Schools Debating Championship Provinsi Bengkulu tahun 2023, Lady Serenity menuturkan sebelum memenangkan debat tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi.

Kendala tersebut mulai dari persiapan hingga pada saat debat berlangsung, hingga tekanan-tekanan lainnya. Menurutnya kendala tersebut terjadi karena kurangnya persiapan jelang debat.

“Kami mengalami banyak sekali kendala baik saat persiapan maupun saat debat berlangsung. Mulai dari waktu yang pas-passan, latihan yang kurang dan kami juga sempat mengalami breakdown karena merasa masih banyak kekurangan. Lalu tekanan batas waktu saat debat berlangsung juga sangat mudah memicu emosi,” kata Seren ketika di wawancarai langsung oleh Bengkulunews.co.id Rabu (17/05/23) siang.

Walaupun begitu mereka tidak menyerah dan mengatasi kendala tersebut, dengan mencari referensi dari berbagai sumber seperti youtube. Hal tersebut dilakukan untuk mendengar, memperhatikan dan cara berdebat serta menulis argument yang baik. Serta kiat-kiat dalam melakukan debat agar berjalan lancar.

Ia mengaku sebisa mungkin untuk dapat memanfaatkan waktu yang terbatas dengan baik, agar terus menunjukkan hasil maksimal. Selain itu dalam perlombaan tersebut kekompakkan sesama tim saling dibutuhkan, karena itu mereka terus saling mengingaatkan satu sama lain untuk tetap tenang dalam menghadapi perlombaan.

“Mengingatkan satu sama lain untuk santai saja dalam menghadapi apa yang harus kami hadapi, secara tidak ada jalan lain, selain maju ke depan,” tegasnya.

Seren juga berpesan kepada semua siswa siswi agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi hal baru. Belajar dari pengalaman dirinya dan tim yang belum pernah mengikuti lomba debat Bahasa Inggris, bahkan tidak memiliki bekal apa-apa namun tetap maju dalam melangkah.

Ia berharap teman-teman juga dapat terus maju, agar dapat mencapai hasil yang tidak bisa dibayangkan dan menjadi pengalaman terbaik.

“Seperti kami bertiga, tidak ada yang berpengalaman dalam debat terutama debat bahasa inggris. Bahkan dipilih untuk mewakilkan sekolah saja sudah sangat terkejut, karena tidak ada bekal apa-apa. Kami juga sempat berkecil hati, ketika tahu kalau harus bertanding melawan sekolah-sekolah lain yang sudah banyak pengalamannya. Awalnya kami sangat pasrah namun karena tidak ada pilihan lain, jadi kami coba untuk menjalaninya dulu. Namun dengan waktu yang pas-pasan dan fasilitas yang sangat terbatas kami terus berlatih. Hingga kami bisa mencapai hasil yang tidak bisa kami bayangkan saat awal mula diseleksi untuk kompetisi ini. Jika kami memilih untuk mundur saat itu, kami tidak akan ada di posisi ini sekarang. Kita tidak akan tahu apa yang akan kita dapat atau kita lewatkan sebelum kita melaluinya,” demikian Lady Serenity.

Video

Baca Juga
Tinggalkan komen