Bengkulu Belum Miliki Teknologi Penghancur Sampah Plastik

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bengkulu, Rusman Effendy

KOTA BENGKULU – Kepala Bidang (Kabid) Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bengkulu, Rusman Effendy mengakui, DLH hingga kini kesulitan menangani sampah plastik rumah tangga, yang setiap hari selalu ada di Kota Bengkulu.

Ini disebabkan Kota Bengkulu belum memiliki teknologi penghancur sampah plastik seperti daerah lain. Padahal adanya teknologi itu bisa mengurangi debit sampah plastik setiap harinya.

“Kita sangat kesulitan, karena teknologi untuk mengolah itu, kita belum punya” terang Rusman, pada Sabtu (24/3/2018).

Dilanjutkan Rusman, pengolahan secara alami pun, serba salah, karena menimbulkan asap yang tidak sehat untuk masyarakat sekitar.

“Secara alami juga sulit, karena bahan organik tidak bisa menghancurkan plastik itu, kecuali dibakar, nah dibakar juga nanti akan muncul masalah lagi, karena bisa menyebabkan polusi, apalagi kalau kita bakar di TPA,” jelasnya.

sementara itu, jika menggunakan cara lain seperti dipungut, lagi-lagi DLH mengalami kesulitan, karena di Bengkulu belum ada pengepul untuk itu.

“umpamanya, jika kita arahkan pemulung untuk memungut, itu juga belum bisa, karena disini belum ada pengepul, kita juga belum bisa menyediakan pengepul karena anggaran memang sangat minim,” imbuh Rusman.

“Misal kita fokus mengumpulkan sampah plastik lalu kita pres dan kita kirim tapi kita belum punya dana, SDM untuk melakukan pengolahan itu masih sangat minim” sambungnya.

Kesulitan tersebut, diakui Rusman, harus menjadi acuan bagi masyarakat kota Bengkulu agar lebih bijak dalam mengolah sampah plastik.

“Karena itu kita harus stop dari sumbernya, misal dari rumah tangga, perkantoran, lembaga penghasil sampah plastik dan pertokoan, masyakat harus bijak, pemerintah akan terus berupaya,” demikian Rusman.

Baca Juga
Tinggalkan komen