Tolak Kebijakan Pemerintah, Nelayan Pulau Baai Blokir Jalan

KOTA BENGKULU – Setelah aksi protes dari nelayan tradisional beberapa waktu lalu, polemik Trawl di Provinsi Bengkulu tampaknya belum mereda. Kali ini, giliran nelayan trawl Pulai Baai yang memprotes kebijakan pemerintah.

Aksi dilakukan dengan cara memblokir jalan utama kawasan lintas Pulau Baai Kecamatan Kampung Melayu, tepatnya didepan pasar PPI Pulau Baai, Rabu (7/3/2018).

Dalam aksi ini, nelayan meminta pemerintah untuk segera mengizinkan mereka melaut dan menolak keputusan penggantian alat tangkap melalui pinjaman Bank.

”Kami blokir jalan ini dari tadi pagi, janjinya akan diganti kapal milik kami, sedangkan sampai sekarang pergantian itu belum juga dilakukan, kami ini sudah 2 Minggu tidak melaut. Kami juga ingin makan,” keluh salah seorang nelayan, Muin.

Aksi ini dipicu hasil putusan rapat kementrian kelautan perikanan dan pemerintah provinsi di kantor gubernur Bengkulu, Selasa (6/3/2018), yang akan mengganti alat tangkap Trawl pada kapal dibawah 10 GT secara gratis, sedangkan diatas 10 GT disarankan untuk melakukan pinjaman melalui Bank.

Putusan ini dianggap merugikan nelayan Trawl pulau Bai, lantaran keseluruhan kapal milik mereka diatas 10 GT.

”Kami akan tetap blokir jalan sampai pemerintah datang, sampai malam pun jadi,” lanjut Muin.

Dari pantauan Bengkulunews, Ratusan Nelayan beserta ibu-ibu memblokir jalan secara total. Akibatnya, terjadi kemacetan sepanjang 5 kilo meter. Tampak mobil truk yang ingin melintas dihadang massa dan harus berhenti total.

Sementara aparat kepolisian dan anggota TNI melakukan penjagaan dan berusaha meredam aksi yang dilakukan warga.

Baca Juga
Tinggalkan komen