Logo

TKI Asal Bengkulu Tengah Meninggal di Abu Dhabi

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

BENGKULU TENGAH, bengkulunews.co.id – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Yamsiah (45), dikabarkan telah meninggal dunia. Kabar ini diterima anaknya, Ikhwal Setya Aji dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

“Ya, saya ditelepon oleh PJTKI tadi malam. Mereka memberi kabar kalau Ibu meninggal dunia pada Sabtu (11/3/2017) Pukul 18.37 waktu Abu Dhabi,” kata Ikhwal, saat dikonfirmasi bengkulunews.co.id, melalui telepon, Minggu (12/3/2017) siang.

Terkait pemulangan jenazah tersebut, ia menyebutkan bahwa pihak keluarga sudah meminta bantuan kepada pemerintah provinsi Bengkulu dan PJTKI. Namun, ia mengaku belum mendapat kepastian kapan jenazah ibunya akan dipulangkan.

Dengan penuh harapan, ia berharap jenazah ibunya dapat dipulangkan secepatnya sehingga dapat dimakamkan di Desa Sidodadi Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Semuanya kami serahkan kepada kedutaan besar Indonesia di Abu Dhabi dan PJTKI untuk mengurusnya,” sambungnya.

Ia pun berharap pemulangan jenazah tersebut tidak mengalami banyak kendala.

“Kami kasihan kalau jenazah ibu terlalu lama dan tidak segera dimakamkan,” harapnya.

Untuk diketahui, Yamsiah TKI asal Bengkulu Tengah mengalami pemecahan pembuluh darah di kepala akibat menderita penyakit darah tinggi yang telah lama dideritanya.

Yamsiah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi oleh majikannya. Setelah sempat mengalami koma, akhirnya Yamsiah meninggal dunia, pada sore kemarin sekitar Pukul 18.37 waktu di Abu Dhabi, atau sekitar Pukul 00.15 malam Waktu Indonesia Bagian Barat.

Sebelumnya, Ikhwal Setya Aji, anak Yamsiah, sempat meminta bantuan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Tengah untuk bertemu sang ibu agar dapat merawatnya.

Baca juga :

Ibu Sakit di Abu Dhabi, Ikhwal Minta Bantuan Pemerintah