Sosok Derta Rohidin Dimata Putra Sulung

Sosok Derta Rohidin Dimata Putra Sulung

Ibu dan Motivator Keluarga

Derta Wahyulin Rohidin

BENGKULU – Putra sulung Rohidin Mersyah, Ahmad Fachry Falah, mengungkapkan isi hatinya tentang sosok ibunda Derta Wahyulin. Fachry sapaan akrabnya, menceritakan sifat sang ibu yang dikenal tegas, cerewet, dan sangat pembersih dalam merawat ketiga anaknya.

Fachry yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) jurusan Ilmu Komunikasi semester V ini berujar, sosok Derta Wahyulin merupakan teman curhat terbaik tak ubahnya saat ia tengah menempuh pendidikan di daerah saat ini.

“Mama itu tempat cerita paling nyaman, orangnya suka ngomel, agak galak, tapi dia perhatian sekali dengan anak-anaknya, hal sekecil apapun pasti diperhatikan, mama juga sangat pembersih, misal anaknya kotor dia pasti marah,aku paling terbuka sama mama,” ujar Fachry pada Selasa (27/11).

Diceritakan Fachry, ibunya adalah teman jalan-jalan yang paling mengasyikan, terutama jalan-jalan yang menyatu dengan alam, diakui Fachry sang mama sangat jarang mengajak anak-anaknya jalan ke mall terkecuali saat belanja keperluan rumah.

“Mama itu teman jalan aku juga, mama suka jalan-jalan ke alam, bukan ke mall ya, dia juga pemberani, misal main ke pantai, nemenin aku nyelam, berkuda, jadi mama itu kawan berpetualang kami,” bebernya.

Derta Wahyulin sedang berlibur bersama keluarga. Fto: Fachry

Menurut Fachry, hal berkesan antara dirinya dan sang ibu, ketika quality time berdua di kamar, saling mencurahkan isi hati, saat-saat seperti itu diakui Fachry membuat keduanya kerap lupa waktu.

“Hal paling berkesan itu, ketika aku dan mama cuma di kamar berdua, sambil-sambil cerita, mama juga cerita keluh kesah dia, kalau udah cerita-cerita seperti itu, tiba-tiba udah jam setengah 12 aja, dia pendengar yang terbaik,” ceritanya.

Ditambahkan Fachry, Ibunya merupakan motivasi terbaik, salah satu yang membuat dirinya termotivasi adalah ikut kegiatan pramuka, karena dahulu sang ibu merupakan anggota pramuka dan aktif di beberapa organisasi.

“Aku masuk pramuka pas SMP, karena mama dulu pramuka, jadi mama itu termasuk salah satu panutan, aku ngerasa kok mama bisa tapi aku ngga, dulu mama cerita kalau dia pernah ikut perkemahan nasional, pimpinan regu nasional,” ujar Fachry.

Disaat bersamaan, Fachry membeberkan perbedaan sang ibu dengan sosok bapaknya, menurut Fachry, Rohidin Mersyah merupakan pesaingnya dari kecil, cara sang bapak mengajar ia dan adiknya sedari kecil sangat unik dan tidak dengan amarah, sehingga ia dan adiknya terlatih untuk disiplin tanpa ada tekanan dari sang bapak.

“Bedanya dengan mama, bapak itu kalau dari aku kecil tidak pernah nyuruh atau mengajarkan sesuatu dengan cara ditunjuk langsung, itu tidak pernah, misal aku lambat mandi, bapak pasti bilang ‘ayo lomba mandi sama bapak’ jadi akunya pasti suka ditantang seperti itu,” guraunya.

Derta Wahyulin sedang berlibur bersama keluarga. Fto: Fachry

Fachry pun berharap, agar sang ibu tetap memperlakukan dirinya seperti Fachry kecil, walaupun dikemudian hari kelak, dirinya menemukan jodoh, dan untuk sang bapak, dirinya mengingatkan untuk tetap memperhatikan kesehatan sesibuk apapun kegiatan.

“Mama itu penerang jalan hidup aku, aku berharap mama tidak pernah berubah, semakin tua aku, walaupun nanti aku sudah ada pasangan tetap jadi mama yang aku kenal, kalau mama mau ngomel ya ngomel aja karena yang aku rindukan dari mama itu ya omelannya, terus cerita-ceritanya, tetap perlakukan aku seperti Fachry kecil yang mama kenal, dan untuk bapak perhatikan kesehatan, walaupun aku jarang liat bapak sakit, sekali aku liat waktu bapak sakit usus buntu dulu, itupun saat kondisinya memang benar-benar harus dioperasi,” beber Fachry.

Ditemui di tempat berbeda, Rohidin Mersyah mengungkapkan isi hatinya tentang sosok wanita yang telah 21 tahun mendampingi dirinya, dituturkan Rohidin, Derta Wahyulin merupakan sosok ibu yang benar-benar menjadi ibu, sebab sang istri selama ini memilih untuk tidak bekerja secara formal dan lebih fokus mengurus sang anak di rumah.

“Istri saya ini betul-betul jadi ibu ya, ibu bagi anak-anaknya kemudian di dalam keluarga kami, karena memang beliau selama ini tidak terlalu bekerja secara formal, beliau lebih banyak fokus ngurusin anak-anak, sehingga anak-anak kami kemandiriannya, serta sikap dan karakternya tumbuh dengan bagus, karena istri saya mendampingi mereka secara sempurna,” beber Rohidin.

Fto keluarga

Rohidin juga berujar bahwa sang istri selalu mengutamakan anak-anak dahulu, baru mempersiapkan kegiatan sang suami atau ikut kegiatan sang suami.

“Dia tetap mengutamakan tugas-tugas di rumah, setelah selesai semua tugas di rumah, anak-anak kondisinya juga udah on the track, baru dia memikirkan kegiatan di luar rumah, dan selama ini dengan pola yang seperti itu semuanya berjalan baik,” beber Rohidin.

Sementara itu, sang istri Derta Wahyulin ketika dikonfirmasi mengatakan menikmati profesinya sebagai ibu rumah tangga. Ibu dari Ahmad Fachry Falah, Zamla Rini, dan Hamdi Abrarraham ini merasa merasa tidak ada kesulitan membagi waktu antara kegiatan sang suami dan mengurus anak-anaknya, karena dirinya selalu berprinsip menyelesaikan kebutuhan sang anak dahulu baru memikirkan kegiatan-kegiatan lain.

“Alhamdulillah sekarang anak saya sudah besar-besar tidak seperti ketika bapak jadi wakil bupati dulu, saat itu kan merasa masih kecil-kecil, jadi saya jarang sekali dulu ikut kegiatan bapak, kecuali kalau benar-benar wajib, kalau sekarang mereka sudah mandiri, cuma cek-cek aja,” beber Derta

“Untuk ibu-ibu di Provinsi Bengkulu, saya yakin kita sama, sangat menyayangi anak-anaknya, keluarganya, cuma persentasenya yang berbeda, cara menyayanginya pasti berbeda-beda, yang pastinya anak dan keluarga itu nomor satu, karir nomor berapaan lah, ketika anak sedang sakit, jangan pernah tinggalkan anak-anak kita,” demikian Derta Wahyulin

Baca Juga
Tinggalkan komen