Serangan DBD Balita Taba Penanjung Meninggal Dunia

Foto Kediaman Korban DBD Taba Penanjung. Foto : Adek
Foto Kediaman Korban DBD Taba Penanjung. Foto : Adek

BENGKULU TENGAH – Bayi lima tahun (Balita) warga Kelurahan Taba Penanjung Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu, meninggal Dunia di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu (RSMY), Selasa (09/1/2018). Meninggalnya bayi ini diduga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Jenazah Balita yang bernama Nova Otayani, merupakan buah hati pasangan suami istri Indi Agustian dan Ela Hayati, langsung dikebumikan hari yang sama di kelurahan Taba Penanjung.

Sebelum meninggal, Nova sebenarnya sudah dirawat di RSUD Kabupaten Benteng selama dua hari dan dalam kurun waktu tersebut RSUD Kabupaten Benteng hanya divonis mengidap tifus (typhoid). Karena tak membaik, akhirnya Nova dirujuk ke RSMY Bengkulu.

Di RSMY Nova justru divonis mengidap DBD. Diduga lambannya penanganan terkait penyakit yang diderita, akhirnya ia pun menghembuskan nafas terakhir.

Menurut Ela Hayati, orang tua Nova, sebelum dirujuk ke RSMY, kondisi anak mereka memang tak kunjung membaik, bahkan panas yang dideritanya sangat tinggi hingga tidak sadarkan diri.

”Sebelum kami bawa ke M Yunus, panas anak kami ini tidak turun-turun. Kami tanya dengan pihak rumah sakit katanya tipes. Kami tahu kalau sakit anak kami ini DBD dari M Yunus dan Warga di sekitar meminta Dinas Kesehatan Benteng segera melakukan fogging di kawasan tersebut ,” ungkap Ela Hayati

Baca Juga
Tinggalkan komen