Satu Warga Bengkulu Positif Difteri

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Foto Mah_mud
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Foto Mah_mud

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat, ada satu orang yang positif menderita penyakit difteri di Kota Bengkulu, sejak tiga tahun terakhir.

”Tiga tahun terakhir tepatnya pada 2016 ditemukan satu orang warga yang positif menderita difteri,” kata Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Selasa (19/12/2017).

Meskipun demikian, kata Herwan, masyarakat harus selalu waspada dan tetap melakukan pencegahan sejak dini dengan melakukan imunisasi.

”Masyarakat harus imunisasi sejak dini itu bentuk pencegahan awal agar penyakit difteri tidak muncul,” jelas Herwan.

Herwan menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan vaksin yang cukup dan serum anti difteri sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit difteri.

”Kita menyiapkan vaksin untuk dibagikan di kabupaten dan kota, sebanyak tujuh dosis serum anti difteri,” sampai Herwan.

Selain itu, pihaknya mengimbau, disetiap rumah sakit dan puskesmas pada Kabupaten/kota untuk pendataan ulang status imunisai yang belum sepenuhnya berjalan.

”Pendataang ulang yang dilakukan bertujuan agar proses imunisasi yang masih belum lengkap bisa terdata ulang. Masyarakat harus aktif memberikan imunisasi kepada anaknya sejak dini untuk menghindari penyakit difteri,” sampai Herwan.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar mengatakan, penyakit difteri bisa dicegah dengan imunisasi pada bayi secara berkelanjutan.

”Setiap bayi dibawah umur dua tahun harus mendapatkan imunisasi DPT satu kali. Kemudian pada usia sekolah ada namanya imunisasi tambahan biasanya dua kali,” jelas Lisyenti.

Ciri-ciri gejala penyakit difteri, lanjut Lisyenti, seperti demam tinggi yang panasnya sekitar 30 derajat celcius, nafsu makan menurun.

Kemudian, ditenggorokan muncul selaput keabu-abuan yang menyebabkan susah menelan, pada hidung muncul membran sejenis selaput yang berwarna hijau keabu-abuan mengakibatkan susah bernafas.

”Jika muncul gelala seperti ini, masyarakat harus segera periksa ke dokter agar bisa dipastikan terjangkit virus difteri apa tidak, yang terpenting masyarakat jangan takut dan panik,” pungkas Lisyenti.

Baca Juga
Tunjukkan Komen (1)