Logo
Dempo Xler

Portal Elektronik PTM, Dewan Kota Jadi “Pecah”

Portal Elektronik PTM, Dewan Kota Jadi “Pecah”

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Keberadaan portal elektronik di lokasi Pasar Tradisional Modern (PTM) yang memicu protes dari kalangan pedagang kini menuai polemik.

Pasalnya, dari sidak Komisi II DPRD Kota Bengkulu pada selasa (7/3/2017) lalu, Wakil ketua komisi II, Iswandi Ruslan mengatakan pembongkaran portal PTM merupakan harga mati.

Ucapan politisi PKB ini diwujudkan dalam Hearing bersama pihak pengelola PTM, Dinas pendapatan Kota serta perwakilan pedagang, Rabu (8/3). Namun, dikarenakan absenya sejumlah dinas/instansi terkait, hearing ini berlangsung tanpa hasil.

Jawaban Iswandi Ruslan ini sangat berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Teuku Zulkarnaen Senin (13/3), yang menyebut lebih memilih fokus pada persoalan kontribusi PTM pada kas daerah daripada urusan Portal parkir yang dikeluhkan pedagang.

Kontribusi PTM yang hanya Rp2.1 juta dinilai sangat kecil. Dirinya menyampaikan, portal PTM memiliki dampak positif, yakni dapat memperjelas perhitungan data yang masuk ke PTM.

Terkait adanya dualisme antar Dewan ini Teuku menjawab akan membahas persoalan ini bersama Komisi III, menurutnya terlalu cepat bagi Dewan untuk mengambil sikap pembongkaran.

Sebab, portal yang dikeluhkan memicu berkurangnya omset pedagang belum dapat diketahui secara pasti dalam rentang waktu pemasangan dan protes pedagang yang hanya berjarak dua hari.

“Nanti kita rembukkan dulu dengan Komisi III, ya kalau misalnya dibongkar ya jangan. Tanggal 1 portal diaktifkan tanggal 3 aksi, ini terlalu cepat. Kita belum bisa mengambil sikap. Sebelumnya itu bukan sikap lembaga. Yang namanya lembaga politik itu bisa saja berbeda pendapat, itu bukan sebuah persoalan,” katanya Kamis (23/3/2017).

Baca Juga: Pedagang PTM Minta DPRD Kota Segera Temukan Solusi Keberadaan Portal