
Ilustrasi
Penulis : Nadya Shofwatul
Bagi pelaku UMKM dan penduduk desa rupiah memiliki peran yang sangat penting, maka dari itu melemahnya rupiah menjadi salah satu tantangan bagi perekonomian rakyat menengah ke bawah. Melonjaknya harga barang akibat pengaruh bahan baku impor seperti gandum, jagung, kedelai membuat biaya produksi semakin membengkak.
Selain dari pelaku UMKM, masyarakat desa juga merasakan dampaknya, terutama bagi petani. Melemahnya rupiah menyebabkan bahan bakar ikut melonjak, ini menimbulkan efek domino, seperti ongkos kirim bahan-bahan pertanian seperti pupuk organik ikut melonjak drastis. Hal ini yang menyebabkan harga sayuran mulai naik di pasaran.
Dari fenomena ini, saya menyoroti beberapa pelaku UMKM dan petani lokal di daerah sekitar saya mulai menaikkan harga barang atau makanan yang mereka jual, hal ini tentu saja tidak luput dari kejadian melemahnya rupiah yang menyerang sektor ekonomi dan usaha mikro menengah di daerah sekitar saya.
Menurut pandangan saya di kondisi seperti sekarang ini, pemerintah dan Bank Indonesia harus bisa menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, upaya ini dilakukan untuk menjaga harga barang, terutama harga bahan pokok agar tetap stabil. Hal ini dilakukan agar usaha kecil dan penduduk desa masih bisa terus menjalankan roda kehidupan ditengah memburuknya kondisi rupiah saat ini. Langkah yang harus diambil pemerintah dan warga lokal terutama untuk pelaku UMKM serta masyarakat desa adalah pemerintah dapat menyarankan untuk memperkuat penggunaan produk lokal, atau dapat pula memberikan bantuan seperti modal usaha. Dengan upaya ini mungkin dampak melemahnya rupiah tidak memberhentikan roda ekonomi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Penulis adalah mahasiswi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!