Cara Rawat Vape dan Pod dengan Benar Agar Tidak Mudah Rusak

Cara Rawat Vape dan Pod dengan Benar Agar Tidak Mudah Rusak

Toko Penjualan Vape dan Pod di Bengkulu. Foto, Cindy/BN

Vape dan Pod merupakan salah satu tipe rokok elektrik yang saat ini sedang trend terutama di kalangan remaja hingga dewasa. Sayangnya banyak pemakai belum tahu bagaimana cara yang benar dalam merawat Vape maupun Pod.

Kepala toko Vapeoi Bengkulu, Alfeiro mengatakan bahwa pengguna Vape maupun Pod harus memperhatikan betul bagaimana cara perawatan yang benar.

Pada Pod pengguna harus mengganti cartridge rata-rata tujuh sampai sepuluh hari sekali. Cartridge sendiri merupakan device yang digunakan untuk menghasilkan uap dari pod.

“Cuman itu bisa tergantung pemakaiannya lagi, bisa kurang atau lebih,” kata Alfeiro pada Bengkulunews.co.id Senin (28/11/22) siang.

Penggantian cartridge sangatlah penting, agar kebersihan dari Pod tetap terjaga dan rasa liquid tidak berbeda. Ia menuturkan saat ini pengguna Pod juga banyak yang belum memahami penyebab kebocoran dari cartridge.

“Banyak yang salah paham kenapa pod itu liquidnya suka keluar lewat cartridge. Pada umumnya cartridge merembes merupakan hal yang sangat wajar, karena disana ada tempat penyimpanan kapas. Kapas itukan ada maksimal penampungan, kalau sedikit masih wajar ya, kalau sudah banyak itu bocor Namanya,” jelasnya.

Sedangkan pada Vape menggunakan sistem coil kawat yang kapasnya dipasang sendiri. Fungsinya sama yakni untuk menjaga kehigienisan liquid dan kapas pada vape harus diganti satu hari sekali.

Kendala lain yang sering ditemukan oleh Alfeiro pada pengguna vape adalah rusaknya Mod. Mod merupakan perangkat baterai vape dan komponen pendukung lainnya ditempatkan.

Kerusakan Mod disebabkan karena pengguna tidak memakai charger asli khusus vape dan diganti dengan charger handphone.

“Kalau vape sendiri kebanyakan pengguna baru ini, tidak mau membeli charger khusus. Jadi dia pakek charger hp untuk vapenya, padahal itu bisa berdampak ke depanya. Bisa membuat vape rusak, karena tidak fungsinya berbeda,” tutur Alfeiro.

Oleh karena itu pengguna vape disarankan untuk menggunakan charger asli, sehingga Mod tidak rusak dan tahan lama. Sayangnya pengguna saat ini tidak mau mengeluarkan dana lebih untuk membeli charger khusus, padahal hal tersebut sangatlah penting.

Selain itu pengecasan Vape tidak boleh lebih dari tiga sampai empat jam, sedangkan Pod hanya 45 menit saja.

Hal lain yang harus diperhatikan agar kerusakan tidak fatal adalah penggunaan liquid. Pada saat pergantian liquid, pengguna harus menunggu 10 hingga 15 menit terlebih dahulu agar cairan meresap dan kapas menjadi basah.

Jika kapas belum basah dan pengguna sudah menghisap vape maupun pod, maka akan menyebabkan kapas terbakar.

“Pembakaran itukan ada tempatnya, jadi harus ditunggu sampai dia benar-benar basah kapasnya. Kalau tidak basah yang dibakar itu bukan liquidnya, tapi kapasnya jadi hangus,” tegasnya.

Sehingga pengguna disarankan untuk menunggu selama beberapa menit sebelum menghisap vape maupun pod. Selain itu jika Vape atau Pod mengalami tanda-tanda kerusakan, segera hentikan pemakaian.

Tanda-tanda tersebut meliputi bunyi dengungan, selain itu Vape atau Pod terasa panas padahal tidak digunakan. Saran lain dari Alfeiro adalah pengguna sebaiknya menggunakan liquid sesuai jenis vape dan pod masing-masing, jangan dicampur.

“Saran dari saya masih di tata cara pemakain liquid. Pakailah liquid yang sudah sesuai sama barangnya, jangan liquid vape digunakan ke pod dan sebaliknya. Karena mereka dibuat khusus itu bukan tanpa alasan, dari nikotinnya saja sudah berbeda kandungannya,” demikian Alfeiro.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen