Areal Persawahan Talang Benih akan Habis

Foto : Ilustrasi
Areal Perwahan Talang Benih, Curup. Foto : Yudi
REJANG LEBONG – Petani di areal persawahan Talang Benih, khawatir dengan berkurangnya areal persawahan seluas 130 hektar tersebut.
Pasalnya areal persawahan yang biasa mereka garap ini yang menyuguhkan hasil padi berkualitas baik bernama “Beras Talang Benih”. Beras talang benih merupakan Beras lokal dengan kualitas baik yang dimiliki Kabupaten Rejang Lebong sejak puluhan tahun silam. Setiap satu kali panen saja, Talang Benih mampu menghasilkan 540 Ton beras.
Adim (70) salah seorang petani penggarap sawah, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai keberadaan lahan persawahan Talang Benih di beberapa tahun kedepan yang kemungkinan akan habis dibangun perumahan.
“Lahan persawahan di Talang Benih sudah jauh berkurang dari beberapa tahun silam, mungkin 1 sampai 2 tahun kedepan, tak akan ada lahan persawahan di Talang Benih, “tutur Adim.
Sejak 20 tahun terakhir, Adim menjadi petani penggarap sawah, karena tidak memiliki lahan sendiri dan hanya bertugas menggarap lahan persawahan milik orang lain dengn sistem upah. Dari sanalah Adim menggantungkan hidup nya bersama Istri dan Kedua anaknya.
Saat ini, para petani penggarap sawah hanya bergantung pada lahan persawahan yang masih tersedia, dan tak mampu berbuat apa-apa. Jika sang pemilik lahan ingin mengubah lahan persawahan jadi kawasan perumahan, tak ada yang bisa menghalangi. Kini tinggal menunggu waktu saja, kapan beton-beton perumahan mampu menghapuskan sejarah beras talang benih yang pernah ada dihati masyarakat Rejang Lebong.
“Lama Lama mungkin lahan lahan ditalang benih akan menjadi perumahan, semuanya tergantung kepada pemilik lahan, apa daya kami yang hanya penggarap,” pungkasnya.
Baca Juga
Tinggalkan komen