Bengkulu #KitoNian

1 September Diperingati sebagai Hari Polwan, Ini Sejarahnya

Polwan Polda Bengkulu saat mengamankan aksi demo di Depan Gedung DPRD Bengkulu, Rabu (31/08/2022). Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Polisi wanita (Polwan) adalah polisi khusus yang yang bertugas menangani dan menyelidiki kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita.

Polwan di Indonesia lahir pada tanggal 1 September 1948 di Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat. Munculnya Polwan ini diawali oleh pengungsian masyarakat untuk menjahui titik perperangan saat menghadapi Agresi Militer Belanda II.

Namun, pemerintah menemui masalah saat melakukan pemeriksaan pada pengungsi. Banyak perempuan yang menyatakan tidak mau diperiksa dan digeledah oleh polisi pria.

Menyikapi hal ini, pemerintah meminta Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk mencari perempuan yang dapat dijadikan sebagai polisi wanita.

Dari situ ide untuk membuka jalur pendidikan inspektur polisi bagi para wanita muncul. Pada seleksi perdana terpilih enam gadis remaja yang seluruhnya berdarah Minangkabau.

Keenam gadis itu yakni Mariana Saanin Mufti, Nelly Puna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasminar Husein dan Rosnalia Taher. Mereka secara resmi mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi di SPN Bukit tinggi pada 1 september 1948.

Pada awalnya, Polisi Wanita (Polwan) bertugas membantu penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik sebagai korban maupun sebagai pelaku kejahatan.

Seiring berjalanya waktu, tugas Polwan tidak hanya menyangkut masalah kasus yang melibatkan wanita. Polwan kini juga bertugas menangani kasus anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan menyamai tugas polisi pria.

Baca Juga
Tinggalkan komen