Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

PUPA Gelar Pertemuan Reguler dengan Lembaga Layanan Rujukan Bedah Kasus KBGO-KSBE

BENGKULU – Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) menggelar kegiatan Pertemuan Reguler dengan Lembaga Layanan Rujukan untuk Penguatan Kapasitas dan Bedah Kasus KBGO-KSBE.

Direktur Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA), Susi Handayani mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas tim Penanganan Rujukan KBGO (POKJA) dalam menyamakan pemahaman, ruang lingkup, dampak, hingga identifikasi kebutuhan korban.

“Karena  kebutuhan korban yang mengalami KBGO atau KSBE, akan terkait dengan Intervensi  atau tindakan oleh Lembaga layanan untuk bisa melakukan identifikasi,” kata Susi pada Bengkulunews.co.id Rabu (17/05/23) siang.

IMG 0609 scaled

Adanya kegiatan ini dapat membuat pihak layanan rujukan, saling memahami bagaimana ruang lingkup, peran dan bagaimana bentuk serta pembagian peran yang dibutuhkan dalam menangani kasus KBGO maupun KSBE.

Sehingga dengan adanya pemahaman tersebut, korban yang mengalami KBGO atau KSBE bisa melapor ke lembaga layanan. Barulah korban akan mendapatkan layanan yang kooperatif dari lembaga tersebut.

“Tadi kita juga sudah banyak membahas mengenai tantangan dan hambatan yang ditemui ketika menangani kasus-kasus KBGO. Seperti pengumpulan bukti, pelaporan, kemudian keterbatasan kewenangan-kewenangan yang ada dari lembaga di daerah. Nah itu semua harus dilaporkan ke pusat dan prosesnya pun lama. Termasuk juga terkait cost atau biaya yang harus keluar,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membuat lembaga layanan menjadi terakomodir. Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota dan Provinsi Bengkulu.

UPTD PPA Kota dan Provinsi Bengkulu, Kominfo Kota Bengkulu, LBH Bintang Keadilan, Komisi Penyiaran Informasi Publik, Biro Konsultasi Hijau, Cahaya Perempuan WCC, PKBHB, LKSA Aisyiyah, Sakti Peksos. Hingga Guru dari SMPN 4, SMPN 13, SMPN 22 dan SMA N 2 Bengkulu.

“Karena itu pentingnya kita duduk bersama untuk meluruskan layanan rujukan yang harus di persiapakan. Sehingga jika ada korban yang datang dan membutuhkan layanan. Maka layanan tersebut bisa tersedia di banyak lembaga yang ada di kota Bengkulu,” demikian Susi.

Baca Juga
Tinggalkan komen