PPNPNS Bengkulu Tolak Rekrutmen PPPK Bawaslu

PPNPNS Bengkulu Tolak Rekrutmen PPPK Bawaslu

Aksi solidaritas PPNPNS Bawaslu Bengkulu. Foto, Spesial

BENGKULU – Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPNS) Bawaslu Se-Provinsi Bengkulu menggelar aksi solidaritas di halaman Kantor Bawaslu Provinsi Bengkulu, Jumat (6/1/2023).

Aksi penolakan ini dilatarbelakangi oleh adanya proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu yang tidak mengakomodir PPNPNS Bawaslu.

Koordinator Solidaritas PPNPNS Bawaslu se Provinsi Bengkulu, Jarry Restu Amanda dalam orasinya menyampaikan enam poin tuntutan, diantaranya meminta pemerintah memperhatikan pegawai non PNS yang selama ini telah bekerja di Bawaslu.

Ia menyebut bahwa PPNPNS merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pemilu karena telah memiliki pengalaman mengabdi lebih dari tiga tahun.

“Tahapan Pemilu serentak masih berlangsung dan berjalan dimana PPNPNS juga sebagai salah satu ujung tombak dari Bawaslu,” katanya.

Jarry menyebut penerimaan P3K ini berpotensi menggeser semua staf Bawaslu saat ini. Sebab, katanya, hampir 80% lebih staf PPNPNS Bawaslu memiliki status pendidikan tidak linier sehingga tidak berkesempatan mengikuti seleksi P3K.

“Jika penerimaan PPPK dilanjutkan maka akan ada penambahan pengangguran akibat dari tidak bisa terakomodir seluruh staf PPNPNS Se – Indonesia yang berlatar belakang tidak linier,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Halid Saifullah mewakili Bawaslu Provinsi Bengkulu mendukung penuh aksi solidaritas yang dilakukan oleh PPNPNS Bawaslu.

“Kami para pimpinan sangat mendukung aksi ini dan kami akan menyampaikan kepada pimpinan Bawaslu RI. Ini perjuangan kita bersama bagaimana mempertahankan keberadaan kawan-kawan PPNPNS. Ibarat tubuh, tanpa PPNPNS tentu Bawaslu akan pincang. Apalagi di tengah tahapan pemilu yang sudah padat,” ucap Halid.

Baca Juga
Tinggalkan komen