Perempuan “Perkasa” di Tengah Keramaian Pantai Panjang

Perempuan “Perkasa” di Tengah Keramaian Pantai Panjang

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Setiap orang yang pernah berkunjung ke objek wisata Pantai Panjang Bengkulu pasti tahu dengan yang satu ini. Perempuan berpakaian lusuh sambil menenteng nampan yang ditutupi koran menemui setiap pengunjung yang datang.

Kadang nampan yang mereka sodorkan terlihat langsung disambut, walaupun kadang hanya dibalas dengan lambaian tangan pengunjung. Tapi jangan salah paham, mereka bukanlah pengemis atau gelandangan yang meminta belas kasihan.

Mereka adalah ibu-ibu yang berusaha mengais rezeki di keramaian Pantai Panjang. Di dalam nampan yang dijunjung berisi berbagai macam jajanan untuk ditawarkan kepada wisatawan.

Salah satu jajanan yang menjadi ciri khas adalah jajanan laut berupa kepiting, udang, dan lobster.

Ada juga yang menambahkannya dengan telur Puyuh. Semuanya dibuat dan diolah dengan campuran adonan tepung.

Jika sedang ramai, penghasilan mereka dapat mencapai 100 ribu per hari. Namun jika sedang sepi pengunjung, penghasilan yang didapat hanya berkisar 40-50 ribu per harinya. Seperti yang diungkapan oleh Ice Trisnawati (24).

Ibu muda yang baru memiliki 1 orang anak ini mengaku telah berjualan selama 4 tahun. Biasanya, ia hanya berkeliling di sekitar lokasi Sport Center, sebab lokasi itu merupakan titik paling ramai dikunjungi.

“Kalau lagi ramai bisa langsung habis, untung sampai 100 ribu. Tapi kalau lagi sepi cuma dapat sedikit,” katanya pada bengkulunews.co.id sabtu (25/3/2017).

Perempuan yang tinggal di Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu ini mengatakan, jajanan yang ia jual merupakan jajanan yang ia masak sendiri.

Pada pagi harinya ia membeli bahan-bahan yang diperlukan di pasar. Setelah selesai dibuat, barulah menjelang tengah hari dirinya membawa daganganya ke Pantai Panjang untuk ditawarkan kepada wisatawan.

“Pagi hari masak dulu, sekitar jam 10 baru keluar trus pulangnya habis maghrib,” ucapnya.

Menurut Ice, dengan sang suami yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan, apa yang ia lakukan ini cukup untuk membantu keuangan rumah tangganya .

Di Pantai Panjang, Ice bukanlah satu-satunya, bersamanya juga terlihat beberapa perempuan lain yang berprofesi serupa.

Sebagian dari mereka malah hanya sebagai penjual. Untuk yang satu ini, hasil yang didapat akan dibagi rata dengan pemilik modal. Harapannya sama, yakni semoga objek wisata Pantai Panjang tetap ramai dikunjungi para wistawan.

Baca Juga
Tinggalkan komen