Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Pentas Teater Koma Lakon Roro Jonggrang di Bengkulu Suguhkan Versi Kekinian

BENGKULU – Teater Koma mementaskan lakon legenda Roro Jonggrang yang memiliki tajuk kisah “Hanya ada Satu yang Tercantik, Roro jonggrang nan Lentik” Pertunjukan ini merupakan penampilan ke-229, berlangsung di salah satu cagar budaya Benteng Malborough, Sabtu (25/11/2023).

Lakon ini sebelumnya disutradarai oleh N. Riantiarno dan pertama kali dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, sebagai bagian dari acara peresmian Taman Ismail Marzuki pada Oktober 2022.

Setelah kembalinya N. Riantiarno pada awal tahun 2023, Teater Koma memutuskan untuk menghidupkan kembali pesona Roro Jonggrang di Benteng Marlborough, Bengkulu, sebagai bentuk penghormatan terhadap karya besar sang sutradara.

Kepala Balai Media Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Retno Reswaty menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pementasan lakon Roro Jonggrang oleh Teater Koma di Benteng Marlborough Bengkulu.

Di era perkembangan zaman sekarang ini dapat menginspirasi pelaku maupun siapapun yang berkeinginan berkiprah di dunia teater. Pasalnya dalam lakon cerita ini, ada nilai-nilai yang dapat dicontoh seperti kesetiaan dan lain sebagainya.

“Hadirnya Teater Koma yang mementaskan Lakon Roro Jonggrang ini dapat menginspirasi dan menjadi sumber inspirasi utama, sehingga muncul karya baru di berbagai daerah, termasuk Bengkulu. Apalagi lokasi yang kita pilih ini memiliki nilai sejarah tinggi,” katanya dalam jumpa pers kepada sejumlah wartawan di Benteng Marlborough, Sabtu (25/11/2023).

Senada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu Lampung, Nurmatias menuturkan, dipilihnya lokasi Benteng Marlborough sebagai tempat pertujunkan pentas ini, karena pihaknya ingin memperkenalkan cagar budaya yang selama ini anggapannya tempat seram dan menakutkan, sehingga sekarang menjadi tempat yang dapat menginspirasi dan sebagai ruang budaya.

“Dengan cara seperti ini kebudayaan yang ada dapat memberikan manfaat untuk masyarakat bengkulu, sehingga dengan adanya kegiatan ini marwah kebudayaan muncul,” sampainya.

Selanjutnya, Asisten Sutradara Rangga Riantiarno menjelaskan, teater yang disutradarai orang tuanya ini kali ketiga pentas keluar Pulau Jawa, kali ini tampil di Bengkulu dengan karya ke 229.

“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa, karena Lakon Roro jonggrang ini baru 3 kali pentas ke luar jawa, terakhir pada tahun 2003 di batam dan tahun ini 2023 kita adakan di Bengkulu selama 20 tahun lamanya,” jelasnya.

Rangga berharap lakon Roro Jonggrang iniΒ tidak hanya sebagai penghormatan kepada karya Alm N. Riantiarno selaku penulis naskah, tetapi juga menjadi sarana untuk menggali lebih dalam budaya dan sejarah yang ada di Indonesia.

“Mudah-mudahan yang menonton mendapatkan manfaat, tidak hanya terhibur tetapi bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat teater khususnya di Bengkulu,” katanya.

Roro Jonggrang berkisah tentang Putri Kerajaan Boko yang bersedia menerima lamaran Bandung Bondowoso, seorang Putra Mahkota Kerajaan Pengging, jika mampu memenuhi dua syarat diajukan.

Kedua syarat itu diajukan sebab Kerajaan Pengging adalah penjajah sekaligus pembunuh kedua orang tua Roro Jonggrang. Namun Bandung Bondowoso berlaku curang dengan meminta bantuan lelembut sebab merasa syarat yang diminta sulit dilakukan segera.

Kendati demikian, Roro Jonggrang sebenarnya tidak tulus sepenuhnya ingin dinikahi Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang dalam posisi dilema sebab apakah ingin berbuat curang juga agar batal dinikahi Bandung Bondowoso.

Teater Koma menampilkan dialog yang kocak, kostum yang atraktif, artistik yang kekinian, dan ilustrasi musik yang menghibur.

Ratusan penonton yang hadir pun dibawa hanyut menikmati kisah Roro Jonggrang ala Teater Koma. Penonton masih bisa dibawa tertawa dengan cerita legenda yang tragis ini.

Baca Juga
Tinggalkan komen