Logo
Dempo Xler

Pelajar Desa Ini Harus Tempuh Jalur Sulit ke Sekolah

Seorang pengendara memilih jalan yang mesti dilalui karena jalanan yangberlubang digenangi air

Seorang pengendara memilih jalan yang mesti dilalui karena jalanan yangberlubang digenangi air

Seorang pengendara memilih jalan yang mesti dilalui karena jalan berlubang dan digenangi air

SELUMA – Puluhan pelajar asal Desa Rimbo Besar, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, harus menempuh jalur sulit sekira empat kilo meter untuk bersekolah setiap hari.

Kepala Desa Rimbo Besar, Yavperin mengatakan akses jalan menuju sekolah lebih parah jika musim hujan.
Jalan dipenuhi air dan lumpur, serta berlubang, permukaan jalan pun bergelombang.

“Kondisi jalan paling parah sepanjang 2,5 kilo meter, kendaraan yang lewat harus kepinggir, melewati perkebunan warga,” ujat Yavperin, Selasa (26/12/2017).

Yavperin menyebut, hampir lima tahun jalan itu dibiarkan rusak. Semenjak itu warga sudah jarang lagi melewatinya. Bila ingin melewati jalan itu harus menggunakan kendaraan offroad.

Kerusakan jalan membuat lalu-lintas warga terhambat. Sebagai jalan alternatif jika warga ingin keluar dari desa harus melewati Desa Talang Alai. Jarak tempuhnya sangat jauh, hingga tiga kali lipat dari jalur normal.

“Jalan itu sebenarnya digunakan juga sebagai jalur angkutan kelapa sawit dari Desa Rimbo Besar dan desa disekitarnya. Dengan kerusakan jalan berdampak pada penambahan biaya transport yang harus ditanggung petani,” pungkasnya.

Padahal, lanjutnya, pihaknya setiap tahun sudah menyampaikan usulan ke Dinas PUPR dan DPRD Kabupaten Seluma. Namun hingga kini belum ada realisasi ataupun rencana perbaikan.

“Kami berharap pada Pemerintah Daerah agar segera memperbaiki jalan itu,” tutup Yavperin.