Logo

Pakai e-Samsat Bayar Pajak Kendaraan Mudah dan Bebas Pungli

Launching & MoU E-Samsat di pola Bappeda

bengkulunews.co.id – Mulai hari ini, pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor bisa dilakukan melalui ATM (Auto Teller Machine) Bank Bengkulu. Cukup menjadi nasabah Bank Bengkulu dengan rekening aktif, motor atau mobil dan kendaraan lainnya yang terdaftar atas namanya, bisa dibayar pajaknya tanpa harus mengantri lama di gerai Samsat. Pembayaran Online ini merupakan innovasi Bank Bengkulu guna mempermudah perpanjang STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang pasti bebas Pungli (pungutan liar).

“Dengan sistem pembayaran yang tidak mempertemukan langsung antara wajib pajak dengan petugas Samsat seperti ini, tentunya mempermudah dan pastinya bebas dari pungli. Ini merupakan komitmen kita bersama melakukan perbaikan pelayanan publik,” ungkap Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yovianes Mahar, saat sampaikan sambutan dalam Launching e-Samsat di ruang Pola Bappeda, Rabu 14 Desember 2016.

Kapolda mengapresiasi Dirlantas Polda dan Bank Bengkulu, atas innovasi dan kerjasama dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut. Dirinya juga sampaikan, dalam waktu dekat bakal diterapkan e-Tilang, yakni pembayaran denda tilang yang juga dilakukan secara online dan transparan. Hal tersebut mempunyai tujuan yang sama, yakni pelayanan yang bebas pungli.

Diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim, kerjasama dengan berbagai stake holder di daerah telah dilakukan dengan modernisasi teknologi. Hal itu dikatakan sebagai wujud komitmen Bank Bengkulu, melakukan transformasi sehingga memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Kita terus akan selalu berusaha mengembangkan sistem, sehingga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, memberikan kemudahan mempercepat proses,” tutur Agusalim, yang juga menegaskan mulai hari ini, e-Samsat bisa dilakukan di 56 mesin ATM yang tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.

Meski baru bisa dilakukan melalui ATM, Dirut Bank Bengkulu optimistis akan mengembangkan sistem elektonik terutama dalam layanan e-Samsat, sehingga bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Aseli Daerah) yang bersumber dari pajak kendaraan. “Harapan ini bukan sesuatu hal yang tidak mungkin, kemarin kita koordinasi dengan Dirlantas. Mimpi yang bisa diharapkan, nanti pembayaran pajak itu bukan hanya keluar struk, tetapi penyelesaiannya juga bisa dilakukan di setiap konter maupun jaringan Bank Bengkulu,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ridwan Mukti mengatakan bahwa pelayanan publik yang berbasis IT terus dikembangkan dan diaplikasikan di Bengkulu sebagai komitmen pemerintah melakukan pembenahan. Menurutnya, kerjasama Dispenda (dinas pendapatan daerah) dengan Dirlantas dan PT Jasa Raharja melalui Bank Bengkulu saat ini, merupakan tindaklanjut dari komitmen melaksanakan rencana aksi dari koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi. Dirinya juga mengapresiasi Bank Bengkulu yang diniai terus melakukan innovasi.

“Bank Bengkulu kita lihat hari ini sudah selangkah lebih maju, tentunya nanti bisa kerjasama dengan OJK. Ada program ‘Laku Pandai’ yang bisa konekting dengan e-Samsat,” kata Ridwan Mukti memberikan masukan dengan harapan Bengkulu memiliki e-Samsat terbaik di Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahamam serta Perjanjian Kerjasama pihak-pihak terkait saat itu, disaksikan oleh Ketua Tim Koordinator Supervisi dan Pencegahan Korupsi Provinsi Bengkulu, Adlinsyah Nasution dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK RI). Dirinya mengaku bangga, Provinsi Bengkulu bersemangat dan membuktikan komitmennya melaksanakan rencana aksi pencegahan korupsi yang lebih cepat dari waktu target capaian yang ditentukan. (mal)