Berita bengkulu
Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Karina Audia Pitaloka, Perempuan dengan Profesi Kameramen

Karina Audia Pitaloka. Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Bergelut dengan kamera sekaligus menjadi editor di stasiun televisi plat merah, TVRI Bengkulu tidak pernah dibayangkan Karina Audia Pitaloka, yang kerap disapa Karina. Ketidaksengajaan, malah membuat ibu satu anak ini bekerja sebagai operator sub control studio sekaligus editor.

“Awalnya saya tidak mau ya bekerja di media, karena basic-nya di komputer. Inginnya sih di bagian admin gitu ya, tapi karena ada kesempatan di sini jadi kerjanya learning by doing sajalah,” kata Karina.

Tak jarang lulusan D3 Teknik Komputer di AMIK Teknokrat Bandar Lampung menemukan kendala saat bertugas, khususnya persoalan teknis. Namun hal tersebut tidak menyurutkannya. Ia memilih terus belajar serta mendalami pekerjaannya. Beradaptasi dan bekerja dengan sepenuh hati.

Sebagai ibu di sela-sela bertugas Karina terkenang dengan buah hatinya yang baru berumur 2,5 tahun dan masih membutuhkan perhatian lebih.

“Walau terkadang waktu dengan keluarga harus tersita, tetap harus professional saat bekerja. Mengerjakan pekerjaannya harus secara cepat dan tetap serta hasil yang maksimal. Jadi tidak lembur dan bisa memberikan waktu ke anak,” tips Karina.

Bekerja di industri media membuat Karina lebih banyak bersyukur. Ia bisa melihat potret hidup dari berbagai sisi. Ia merasa beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, dukungan keluarga dan rekan kerja merupakan salah satu kebahagiaannya.

Walaupun menjadi perempuan satu-satunya di bagian teknik, ia tetap dihargai oleh rekan-rekannya.

“Support dari keluarga juga yang bikin happy ngejalanin kerjaan dan memang enjoy melakukannya bareng temen-temen . Timnya juga baik semua, kebetulan sampe saat ini belum pernah merasakan diskriminasi sih. Malah mereka sangat membantu dalam kesulitan yang saya temui dalam pekerjaan,” jelas Karina.

Menurutnya semua perempuan bisa bekerja dimanapun dan apapun posisinya. Apapun pilihan pekerjaan perempuan saat ini, merekalah yang paling tahu kemampuan  dan lingkungan. Sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang akan mereka jalani.

“Memang kita banyak pilihan pekerjaan, kesetaraan genderkan sudah kita rasakan. Apalagi di Indonesia, walaupun masih ada segelintir kelompok yang menganggap kalau wanita ya dirumah saja atau cuma bisa pekerjaan wanita aja . Tapi tetep yang punya basic kita, yang ngejalanin juga kita,  selagi kita mampu dan lingkungan kerjaannya tidak toxic let’s enjoy saja,” demikian Karina. (**)

Tulisan ini diproduksi kerjasama Bincang Perempuan dan Bengkulu News sebagai program peningkatan kapasitas jurnalis perempuan menulis berita berperspektif gender “Perempuan dalam Ruang Publik

Baca Juga
Tinggalkan komen