Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Kakanwil Kemenkumham Bengkulu Hadiri Peringatan Hari HAM ke 75

Kakawnwil Kemenkumham Bengkulu, Santosa

JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu (Santosa) bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Andrieansjah) dan Kabid HAM (Nelly Sinarti) hadiri peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ke-75 Tahun 2023 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Minggu Malam (10/12).

Peringatan hari HAM ini dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly, Inspektur Jenderal Kemenkumham Razilu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan selaku Plh. Sekjen Kemenkumham, Reynhard S.P. Silitonga, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Iwan Kurniawan.

“Hari HAM ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi bangsa Indonesia dalam memenuhi mandat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu kewajiban melaksanakan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan HAM (P5-HAM) bagi setiap orang,” ungkap Yasonna dalam Sambutannya.

Tugas tersebut menurut Yasonna sudah menjadi kewajiban Pemerintah Republik Indonesia bahwa negara harus hadir dan serius dalam melaksanakan hal tersebut di bidang Hak Asasi Manusia.

“Berbagai upaya dan program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia bahkan sudah diakui dan diapresiasi oleh warga dunia di berbagai forum internasional. Diantaranya, mengimplementasikan Perpres Nomor 53 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2021-2025; berhasil menyusun Indeks HAM Indonesia (IHAMI) sebagai alat untuk mengukur fenomena pelaksanaan dan penerapan norma-norma HAM di Indonesia; disahkannya Perpres Nomor 60 Tahun 2023 tentang Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia (Stranas BHAM), serta memiliki Penilaian Risiko Bisnis dan HAM (PRISMA); menerbitkan Inpres Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non-yudisial Pelanggaran HAM yang Berat; serta berkomitmen kuat mensukseskan Pemilu Serentak melalui Pemilu Ramah HAM dengan memperhatikan hak-hak kelompok rentan dalam pesta demokrasi tersebut,” ujar Yasonna.

“Di tingkat global, Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB periode 2024-2026. Terpilihnya Indonesia menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam rangka P5 HAM,” Lanjutnya.

Peringatan hari HAM ini mengangkat tema nasinal yakni“Harmoni Dalam Keberagaman” dengan tagline #BedauntukBersatu. Yasonna menyebut, keharmonisan dalam keberagaman berarti memerangi diskriminasi, prasangka, intoleransi, dan ketidaksetaraan. Hal ini menjadi tantangan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, dimana setiap individu tanpa memandang ras, jenis kelamin, agama, serta status sosial ekonomi dapat berkembang dan berkontribusi.

“Kita harus memperkuat persatuan Indonesia melalui keberagaman dan memastikan bahwa semua pihak berpartisipasi secara aktif dalam decision making process yang membentuk komunitas dan bangsa kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro mengatakan, tema “Harmoni Dalam Keberagaman” dirumuskan sebagai peneguhan prinsip universal dari HAM seperti prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan, disamping meneguhkan kebhinekaan Indonesia.

Mengingat, tujuan mulia dalam Deklarasi Universal HAM dan konstitusi bangsa Indonesia tidak mungkin dicapai tanpa kehidupan bersama yang menerima dan menghormati keberagaman dan keberbedaan. Termasuk dalam menghadapi tahun politik untuk menggunakan hak politik, baik hak untuk dipilih maupun hak untuk memilih pada Pemilu 2024.

Atnike mengajak semua pihak agar menempatkan tahun politik dan pesta demokrasi sebagai perwujudan pemenuhan dan perlindungan HAM. Begitu juga ikut mendorong agenda-agenda pemajuan dan perlindungan HAM, meliputi hak atas kesehatan, pendidikan, rasa aman, keadilan, persoalan lingkungan dan perubahan iklim, serta hak kelompok rentan marginal seperti perempuan, anak, disabilitas, dan lainnya.

Direktur Jenderal HAM, Dhahana Putra dalam laporan pelaksanaan kegiatannta mengatakan, rangkaian Peringatan Hari HAM Sedunia telah dilaksanakan sejak Agustus 2023 lalu dengan berbagai kegiatan seperti seminar, peluncuran Perpres Nomor 60 Tahun 2023, pameran, dan aneka lomba.

Puncak peringatan diisi pula dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, serta penyerahan penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM, penghargaan PRISMA bagi pelaku usaha, pengukuhan Komunitas Pemuda Pelajar Pegiat Hak Asasi Manusia (Koppeta HAM), serta pesta rakyat melibatkan 40 UMK.

Kepala Kantor Wilayah, Santosa usai mengikuti kegiatan ini mengungkapkan bahwa pihaknya bersama jajaran berkomitman dan mendukung penuh terkait pelaksanaan P5-HAM.

Baca Juga
Tinggalkan komen