Jangan Asal Klik, Lindungi Data Pribadi untuk Cegah KBGO dan KSBE

Jangan Asal Klik, Lindungi Data Pribadi untuk Cegah KBGO dan KSBE

Festival 'Jangan Asal Klik' yang digelar Yayasan PUPPA, Sabtu (21/01/2023). Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) dengan dukungan ACT (Asean Community Trust) menggelar Festival ‘Jangan Asal Klik’ Lindungi Data Pribadi dan Keaman Digital untuk Cegah KBGO dan KSBE di Taman Badrika, Lingkar Barat, Sabtu (21/01/2023).

Direktur Yayasan PUPA, Susi Handayani mengatakan bahwa tujuan diadakannya festival ini adalah untuk memberikan informasi mengenai dampak dari asal klik.

Lewat pengalaman dari beberapa siswa yang mengalami kasus KBGO, salah satu penyebabnya karena mereka tidak tahu dampak dari asal klik pada keamanan pribadi mereka.

“Oleh karena itu kami ingin mengajak anak-anak paham, terhadap keamanan digital dan perlindungan diri. Kemudian dia tidak asal klik tautan yang berdampak pada keamanan media sosial mereka,” kata Susi pada Bengkulunews.ci.id Sabtu (21/01/23) siang.

Susi berharap lewat informasi ini mereka dapat mengemasnya menjadi lebih menarik dan dapat disampaikan kembali kepada remaja seusianya.

“Berharap setelah mendapat informasi, mereka dapat menyerap dan mengemas informasi tersebut menjadi lebih menarik serta pas untuk disamapaikan pada teman seusianya. Jadi hari ini membangun kesadaran, pengetahuan dan mengemas pengetahuan itu untuk dibawa dan menyuarakannya pada pemerintah,” tegas Susi.

Salah satu peserta Rahmat Hamik dari SMK 5 Bengkulu menuturkan, bahwa banyak pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. Pelajaran tersebut berupa bagaimana cara menanggapi dan apa saja yang harus dilakukan dalam menggunakan sosial media, serta cara menjaga keamanan privasi.

“Saya pernah mengalaminya di akun Facebook ada seseorang yang memposting suatu link. Link tersebut menunjuk apa yang kita sukai, kemudian saya klik game dan dibawalah ke game tersebut. Rupanya itu merupakan phising link, sehingga dia bisa merekam setiap aktivitas di handphone saya,” cerita Hakim.

Beruntung Ia bergegas melakukan tindakan dengan menghapus akunnya dan merepots link tersebut agar bisa ditindaklanjuti oleh platform media sosial.

Hal yang sama juga dirasakan Kawiswara Suara dari SMP N 9, ketika dirinya mendownload aplikasi belajar di google. Namun ada pemberitahuan mengenai virus, kemudian dirinya langsung mengganti akun.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini membantu dirinya dan teman-teman untuk menjaga data pribadi dari sosial media.

“Harapan sata mamou melindungi data pribadi saya dari orang yang tidak berewang,” tutur kawiswara.

Festival ‘Jangan asal klik’ ini juga disuguhkan beberapa games menarik untuk peserta dan pemberian hadiah. Sekitar 100 peserta dsri berbagai sekolah hadir dalam festivak tersebut.

Materi juga disampaikan oleh narasumber Komi Kendy, seperti bagaimana bahayanya mengikuti trend di media sosial yang berdampak mengetahui data pribadi.

Baca Juga
Tinggalkan komen