Logo
Dempo Xler

Ini Kata Ketum HMI Bengkulu Terkait Polemik Portal PTM

Andi Hartono

Andi Hartono

Andi Hartono

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Belum tuntasnya persoalan Portal Elektronik di lokasi Pasar Tradisional Modern (PTM) mendapat tanggapan dari kalangan aktivis mahasiswa. Terlebih, persoalan ini membuat adanya perbedaan suara diantara anggota DPRD Kota Bengkulu.

Mahasiswa menilai, seharusnya polemik ini dapat dihindari dengan musyawarah dan sosialisasi sebelum pemasangan. Seperti yang disampaikan Andi Hartono, Ketua Umum terpilih HMI Cabang Bengkulu pada bengkulunews.co.id, Jumat (24/3/2017) siang.

Menurutnya, aksi protes dari kalangan pedagang tersebut dapat dihindari jika pihak pengelola dan pemerintah Kota dalam membuat keputusan pemasangan portal juga melibatkan para pelaku usaha di wilayah PTM.

“Seharusnya dilakukan musyawarah dulu sebelum dipasang antara pemerintah kota, DPRD dan pedagang biar tidak terjadi masalah seperti sekarag,” Katanya.

Andi menambahkan, Musyawarah tersebut perlu dilakukan agar konflik yang terjadi antara pedagang dan pengelola tidak disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu yang berniat memanfaatkan kisruh ini.

“Jangan sampai masalah ini dipolitisasi oleh kepentingan tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait adanya perbedaan di tubuh DPRD Kota, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Universitas Dehasen ini mengatakan, hal ini wajar terjadi. Sebab jika tidak adanya muswarah dan sosialisasi sebelum pembangunan portal, DPRD tidak bisa memiliki kesamaan pandangan.

“Mengatasi hal ini, pemerintah kota diharapkan dapat segera bertindak tegas dalam memberi keputusan, jangan sampai berlarut-larut,” tutupnya.