
Indah Soraya dan Aisyah
Narasi lama yang meragukan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan kembali dipatahkan. Dalam rangkaian Seminar Art Therapy yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Minggu (21/12), para pakar menegaskan bahwa kepemimpinan ditentukan oleh kompetensi dan ketangguhan mental, bukan oleh jenis kelamin.
Dua figur perempuan yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut adalah Indah Soraya, S.Psi., M.A., CARM., CPSP, Direktur Sahabat Profesional Indonesia sekaligus Master Trainer BNSP, serta Aisyah, Founder sekaligus Sekretaris Sahabat Smart Generation. Keduanya dinilai merepresentasikan kepemimpinan perempuan yang mampu mengelola organisasi secara strategis dan berkelanjutan.
Validasi Psikologis
Psikolog Sulthanah Nabila Faatihah, M.Psi., yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa stigma “perempuan sulit memimpin” lebih banyak lahir dari bias gender dibandingkan kajian ilmiah.
Ia menuturkan, secara psikologis perempuan memiliki keunggulan dalam kepemimpinan berbasis empati serta kemampuan regulasi emosi yang baik apabila dikelola secara tepat. Melalui pendekatan seperti art therapy, ketahanan mental atau resilience perempuan justru tampak kuat dalam menghadapi tekanan pada level manajerial.
Kepemimpinan Muda yang Inklusif
Aisyah membuktikan hal tersebut melalui keberhasilannya mengorkestrasi peluncuran Sahabat Smart Generation sebagai organisasi baru yang berfokus pada pengembangan generasi muda. Menurutnya, keterlibatan perempuan di posisi strategis bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan akan perspektif yang lebih inklusif.
Ia menegaskan bahwa kerja kolaboratif bersama rekan-rekannya, seperti Alfa Rabi dan Alda, menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak dibatasi oleh gender, melainkan oleh visi dan komitmen bersama untuk menciptakan dampak nyata.
Dukungan Profesional
Senada dengan itu, Indah Soraya menekankan pentingnya pembuktian kapasitas melalui karya, kompetensi, dan sertifikasi profesional. Dengan kualifikasi nasional dari BNSP, ia menilai profesionalisme perempuan telah diakui dan memiliki daya saing yang setara di berbagai level.
Seminar yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut ditutup dengan sesi konsultasi singkat. Para peserta diajak mengenali potensi kepemimpinan dalam diri masing-masing tanpa terbebani stigma sosial yang selama ini menghambat kepercayaan diri.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!