Logo

FAJI Bengkulu Menyayangkan Insiden Arung Jeram

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu, Patriana Sosialinda melalui Sekretaris Umum, Arie Saputra Wijaya, Senin (23/4/2017) menyayangkan insiden arung jeram yang menyebabkan meninggalnya Esti Ambaratsari (40) salah seorang dosen di Universitas Bengkulu (Unib).

“Kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Dimana, FAJI baru mengetahui kejadian tersebut melalui Medsos dan kejadiannya terkesan ditutup-tutupi,” kata Arie.

Saat ini, jelas dia, FAJI sedang mengumpulkan keterangan terkait insiden yang menewaskan satu orang korban ini.

Ditegaskannya, kegiatan arung jeram di Kepahiang ini bukan di bawah naungan FAJi Bengkulu.

Kedepannya, saran dia, siapapun yang melaksanakan kegiatan arung jeram, baik itu personal, kelompok, perkumpulan atau lembaga harus memperhatikan hal-hal yang penting sebelum melakukan olahraga ekstrim ini.

Lanjut dia, saat berarung jeram perlu didampingi oleh perahu rescue, dan aktivitas dilakukan di bawah pukul 16.00.WIB, itupun lokasi sudah steril dari pengunjung. Sebelumnya juga harus ada koordinasi dengan pihak BMKG terkait cuaca pada hari tersebut.

“Pengelola juga perlu memperhatikan pola manajemen safety procedure dan zero accident yang mungkin terjadi. Hal tersebut penting mengingat olahraga ini rentan dengan berbagai risiko. Kami dari pengurus FAJI Bengkulu ikut berduka atas insiden ini. Semoga kejadian seperti ini kedepannya tidak terjadi lagi,” tutup Arie.

Baca Juga: Dosen Unib Korban Arung Jeram Dimakamkan