Logo
Dempo Xler

Disnakertrans Provinsi Bengkulu Ciduk Dua Orang TKA Asal Korea Selatan

Disnakertrans saat berada di perusahaan yang memiliki TKA

Disnakertrans saat berada di perusahaan yang memiliki TKA

Disnakertrans saat berada di perusahaan yang memiliki TKA

Disnakertrans Bengkulu Ciduk Dua Orang TKA Asal Korea Selatan

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu bersama dengan Disnaker Kabupaten Lebong berhasil mengamankan dua orang Tenaga Kerja Asing (TKA) di salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Kedua orang laki-laki pekerja asing tersebut yaitu Choi Cheol HO(59) dan Park Myungkeun(70). Semuanya berasal dari negara Korea Selatan.

Diketahui, kedua TKA tersebut sudah tiga bulan bekerja di lokasi tambang sebagai ahli geologis dan tenaga operasional tambang.

Menurut Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Kautsar Agus Hutari, pihaknya menemukan kedua TKA tersebut saat bekerja di perusahaan tambang PT. Jambi Resources yang berlokasi di Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Berlapis, Kabupaten Lebong, Rabu kemarin.

“Mereka berdua telah melanggar IMTA yang mereka miliki, seharusnya mereka bekerja di Kota Bengkulu, bukan di Kabupaten Lebong,” kata Kautsar, di Bengkulu, Kamis (1/3/2017).

Diamankannya kedua TKA tersebut, sambung Kautsar, tak lepas dari informasi dari masyarakat yang mengetahui adanya TKA di wilayah mereka. Ada tiga lokasi yang mereka susuri di back up oleh anggota Koramil Lebong, yaitu di PT. Bangun Tirta Lestari, PT. Tansri dan PT. Jambi Resources.

Dari ketiga lokasi yang dilaporkan tersebut, hanya di perusahaan PT. Jambi Resources kedapatan mempekerjakan tenaga asing yang tidak sesuai aturan.

“Saat diketahui mereka melanggar IMTA yang mereka miliki, kedua TKA tersebut kami minta untuk berhenti bekerja dan meninggalkan lokasi,’’ sebut Kautsar, yang turun langsung ke lokasi tersebut.

Bahkan, untuk memastikannya, pihaknya langsung membawa mereka ke Kota Bengkulu pada hari itu juga, sesuai dengan izin lokasi kerja yang mereka miliki.

Sebagai tindaklanjutnya, Kautsar menjelaskan, pihaknya akan memanggil perusahaan yang mempekerjakan TKA tersebut, apalagi mereka selama ini tidak melaporkan pada pihaknya.

“Sesuai instruksi dari Gubernur, agar menindak tegas perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing yang melanggar aturan tentang ketenagakerjaan,” ujar mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu ini.

Namun untuk tenaga kerja asing yang berhasil diamankan itu, Kautsar mengakui, bukanlah TKA ilegal, karena mereka sudah terdaftar, hanya saja mereka melanggar izin lokasi kerjanya.