Logo
Dempo Xler

Disnakertrans Bengkulu Upayakan Kepulangan Jenazah TKI

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

Almarhummah Yamsiah saat dirawat Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah, Abu Dhabi

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Yamsiah, warga asal Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah yang bekerja di Abu Dhabi – Uni Emerat Arab, meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit, TKI yang dikabarkan koma akibat pendarahan otak itu, meninggal dunia pada Sabtu 11 Maret 2017.

“Kemarin saya dapat kabar ini (meninggalnya Yamsiah. red) dari Atase Ketenagakerjaan Indonesia yang ada di Abu Dhabi,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Kautsar Agus Hutari, Senin (13/3/2017).

Mengenai jenazah almarhumah, lanjut Kautsar, dirinya telah meminta pihak Atase Ketenagakerjaan Indonesia di Arab Saudi untuk membantu dalam pengurusan dan pemulangan ke Indonesia.

Hal itu, kata dia, telah disanggupi, termasuk oleh majikan Yamsiah untuk keperluan jenazah dan tiket penerbangannya.

“Setelah diterbitkan keterangan kematian dari Rumah Sakit Al Qasimi di Sharjah Abu Dhabi, dan permohonan dari pihak keluarga, Inshaa Allah bisa segera dipulangkan ke Indonesia melalui Jakarta,” terangnya.

Sebelumnya, Yamsiah dikabarkan dirawat di RS Abu Dhabi karena koma akibat pendarahan otak dan belum diketahui penyebabnya. Dari berita media dan juga surat permohonan Kepala Desa Sidodadi, Disnakertrans Provinsi Bengkulu melakukan penelusuran sejak Kamis 9 Maret 2017.

“Yamsiah Binti Warsomo dengan Nomor Paspor B.1146533 berangkat secara pribadi dari Jakarta ke Uni Emerat Arab dan tidak tercatat di Disnakertrans Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten Bengkulu Tengah,” ucapnya.

Informasi tersebut didapatkan melalui penelusuran dan koordinasi berbagai pihak, termasuk dengan anak kandung Yamsiah yang ada di Bengkulu.

Suami dan anaknya yang di Jakarta juga sempat meminta bantuan pemulangan Yamsiah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Ini urusan kemanusiaan dan pemerintah punya tanggungjawab, semoga bisa segera diproses pemulangan almarhumah. Kami turut berduka cita,” demikian Kautsar.

Baca Juga : TKI Asal Bengkulu Tengah Meninggal di Abu Dhabi