Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

125 Mahasiswa se Provinsi Bengkulu Ikuti Program Kampus Mengajar Angkatan Enam

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bengkulu, Widyati Rosita. Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bengkulu, Widyati Rosita menuturkan sebanyak 125 mahasiswa dari Provinsi Bengkulu mengikuti Program Kampus Mengajar Angkatan ke enam 2023.

125 mahasiswa peserta program kampus mengajar tersebut terdiri dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas Bengkulu (Unib), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dan Universitas PAT Petulai.

Adapun 25 sekolah di se Provinsi Bengkulu, akan menjadi sasaran program kampus mengajar tersebut. Dengan jenjang Sekolah Dasar (SD) 18 sekolah dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tujuh sekolah.

“Untuk di Provinsi Bengkulu sekolah sasaran yang ada di tujuh Kabupaten dan satu kota ini berjumlah 25 satuan pendidikan. Dengan jenjang SD 18 sekolah dan jenjang SMP tujuh sekolah. Untuk penempatan jumlah mahasiswa di masing-masing sekolah tidak sama, karena mereka diatur oleh pihak Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi),” kata Widyati pada Bengkulunews.co.id Kamis (10/08/24) siang.

Sebelum nantinya mahasiswa diturunkan ke lapangan, mereka akan dilatih terlebih dahulu oleh pihak Dikti. Seperti pembekalan literasi dan nurmesi, soft skill, isu terkini pendidikan hingga ke pemimpinan.

Sehingga mahasiswa yang juga menjadi agen perubahan dapat melakukan leader, ketika dalam lingkungan kecil saat ditempatkan. Ia berharap kehadiran mahasiswa ini mampu mendongkrak nilai literasi dan numerasi di sejumlah sekolah yang belum tergolong baik.

“Nilai literasi dan numerasi di sejumlah sekolah yang memang masih tergolong belum baik. Belum lama ini sekolah-sekolah sudah menerima raport pendidikan, mudah-mudahan Kalau memang penempatan mahasiswa ini ditempatkan di sekolah dengan nilai literasi yang masih merah. Kami berharap kehadiran mereka bisa membersamai guru-guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik lagi buat anak-anak. Sehingga anak-anak termotivasi dan mau mempelajari literasi serta nurmesi lebih baik lagi,” demikian Widyati.

Baca Juga
Tinggalkan komen