Logo

Tidak Peduli Adat Istiadat BU, FMR Akan Somasi Bupati

Rapat Forum Masyarakat Rejang terkait somasi yang akan dilayangkan ke Bupati BU

Rapat Forum Masyarakat Rejang terkait somasi yang akan dilayangkan ke Bupati BU

Rapat Forum Masyarakat Rejang terkait somasi yang akan dilayangkan ke Bupati BU

Rapat Forum Masyarakat Rejang terkait somasi yang akan dilayangkan ke Bupati BU

bengkulunews.co.id – Merasa tidak dipedulikan dan menyampingkan adat istiadat Bengkulu Utara saat puncak perayan Hari Ulang Tahun Arga Makmur ke 40, pada Sabtu lalu (08/10). Forum Masyarakat Rejang (FMR) Bengkulu Utara dalam waktu dekat akan mensomasi Bupati Bengkulu Utara.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua FMR Bengkulu Utara, Buyung Satria, saat rapat di Sekeretariat FMR Gunung Selan, Rabu (19/10).

“Kita akan melakukan somasi terlebih dahulu agar tidak ada perselisihan antar suku nantinya,” kata Buyung.

Buyung mengatakan, jika Bupati Bengkulu Utara tidak menanggapi somasi yang dilayangkan, maka pihaknya akan menggelar demo ke Kantor Bupati.

“Kalau Bupati Mian menerima somasi ini. Maka, kami dari tiga suku ini akan memberi sanksi adat,” ujarnya.

Sanksi yang akan diberikan berupa permintaan maaf Bupati kepada tiga suku yaitu, Suku Rejang, Suku Pekal, dan Suku Enggano. Karena, menurut Buyung, Bupati telah menyinggung suku di daerah itu melalui tarian Tor Tor yang bukan adat Bengkulu Utara pada acara puncak HUT Arga Makmur.

Sementara itu, Ketua Adat Bengkulu Utara, A. Samid menyebutkan selain permohonan maaf, Bupati juga akan dikenakan sanksi adat. Sanksi apa yang akan dikenakan Bupati, nanti setelah ketiga suku ini bermusyawarah.

“Kita tidak bisa memutuskan sekarang nanti kita akan musyawarah dulu.” Ujar Samid. (jon)