Logo

Rumah Penyu di Bengkulu Terancam Abrasi Pantai

KONSERVASI PENYU ALUN UTARA

FOTO/BN

KONSERVASI PENYU ALUN UTARA FOTO/BN

BENGKULU – Penangkaran penyu di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah terancam keberadaannya oleh abrasi pantai, dan hingga sekarang belum ada perhatian serius dari Pemerintah.

Ketua kelompok pelestari penyu Alun Utara, Zulkarnaedi mengatakan, abrasi pantai itu terjadi pada tahun 2022 hingga sekarang, abrasi ini setidaknya mengancam konservasi penyu dan rumah warga di sekitaran pantai.

“Kalo untuk abrasi ini sejak tahun 2022 itu mulai abrasi tapi sampai sekarang masih tetap berlanjut apalagi sekarang ini musim hujan karena air dari atas itu deras sampai sekarang mungkin dibiarkan dalam tahun ini ada lagi rumah yang bakal hanyut dihantam abrasi,” ujar Zulkarnaedi pada bengkulunews.co.id, Minggu (04/02/2024)

Dikatakan oleh Zulkarnaedi juga, sepanjang tahun 2023 ada tiga rumah yang menjadi korban dari abrasi pantai dan untuk konservasi sendiri jaraknya dengan abrasi kurang dari 10 meter lagi.

“Kalo kita lihat kekencangan arus ini ada lagi rumah-rumah yang bakal hanyut, dan kalo dilihat jarak konservasi ini kurang dari sepuluh meter lagi,” kata zulkarnaedi

Zulkarnaedi berharap pada tahun ini dapat perhatian dari pemerintah untuk bagaimana mengatasi abrasi pantai yang sanggat mengancam rumah warga dan konservasi penyu satu-satunya di Provinsi Bengkulu.

“Kami harapkan dari pihak konservasi untuk pihak pemerintah kalo bisa memperdulikan konservasi ini supaya konservasi di bengkulu  ini terus bisa berjalan, jangan sampai penyu yang dikatakan dilindungi oleh dunia ini ga ada di bengkulu,” sambung zulkarnaedi.