Logo

Penyebab Harga Sayuran Naik Karena Harga Kopi Mahal, Kok Bisa?

BENGKULU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu mengungkap pemicu naiknya harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Tradisional yang ada di Kota Bengkulu.

Hal itu disampaikan Erika Arisanti, Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindag Kota Bengkulu. Ia menyebut kenaikan sayuran itu disebabkan mahalnya harga kopi saat ini.

Banyak petani kopi kata dia yang melakukan tumpang sari, yakni menanam sayuran di sela-sela tanaman kopi. Karena mahalnya harga kopi itu, banyak petani yang fokus ke tanaman kopi saja tidak ke sayur mayur.

“Untuk sayur informasi yang kita peroleh dari pedagang di pasar menyebutkan bahwa kenaikan harga sayur ini karena memang stok sayur sedikit berkurang, hal ini disebabkan ternyata pengaruh dari kenaikan harga kopi,” kata Erika, Selasa (11/06/2024).

Sementara mahalnya harga cabe disebabkan banyak petani yang lebih memilih memasok stok cabe ke daerah luar. Contohnya petani di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Mereka lebih memilih menjual keluar, sebab di luar daerah harga cabe lebih mahal dibanding di Bengkulu.

“Salah satu penyebab harga mahal seperti cabe salah satunya karena disebabkan jalur distribusi pasokan komoditi tersebut. Jika cabe yang berasal dari Seluma, itu dapat diharga yang murah disebabkan karenan memang jalur distribusi yang dekat antara Seluma dan Bengkulu. Sedangkan cabe yang berasal dari Curup, itu condong harganya lebih mahal. Selain karena jalur yang cukup jauh, cabe yang berasal dari Curup itu lebih banyak keluar dari Bengkulu. Karena harga cabe keluar Bengkulu itu lebih tinggi,” tuturnya.

Disisi lain, Erika mengaku bahwa harga-harga bahan pokok di pasar selalu pihaknya pantau setiap hari. Jika masyarakat butuh mengetahui perkembangan harga pokok harian dapat menghubungi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu.

“Atau bisa langsung memantau dari website sigahada.bengkulukota.co.id. Website ini adalah website untuk menyampaikan informasi perkembangan harga bahan pokok harian di Kota Bengkulu,” demikian Erika.