Logo

Seminggu Pasca Lebaran Sayuran Masih Mahal, Pemicunya Banyak Petani Lebih Mengandalkan Kopi

Seminggu Pasca Lebaran Sayuran Masih Mahal, Pemicunya Banyak Petani Lebih Mengandalkan Kopi

BENGKULU – Harga sejumlah sayur mayur di Pasar Minggu, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu seminggu setelah lebaran Idul Adha 1445 Hijriah tahun 2024 masih mahal.

Pedagang mengaku, saat ini penurunan harga hanya terjadi pada cabe merah saja. Perkilogram, cabe merah kini dijual Rp. 75 ribu dari sebelumnya Rp. 85 ribu perkilogram.

“Kalau penurunan sih cuma cabe yang kini agak turun, kalau sayur masih tinggi. Kalau cabe kini sudah 75 ribu perkilogram dari sebelumnya 85, 80 ribu,” kata Syahril, pedagang sayuran, Minggu (23/06/2024).

Sementara hampir seluruh jenis sayur, kata Syahril masih tinggi harga yang dijual. Kenaikan rata-rata di angka Rp. 7 ribu hingga Rp. 15 ribu.

Seperti, contohnya sayur kol dan wortel yang sebelumnya dijual Rp. 8 ribu, kini menjadi Rp. 15 ribu. Sementara sayur sawi dan tomat kini dijual Rp. 12 ribu dari harga sebelumnya Rp. 7 ribu rupiah.

“Yang belum turun itu sayuran bang. Hampir semua jenis sayur kini masih mahal,” ujarnya.

Pedagang menyebut kenaikan dipicu mahalnya harga kopi saat ini yang menyebabkan petani sayur lebih fokus pada kopi dibandingkan sayur mayur.

“Faktornya itu karena kopi kini tu mahal bang. Jadi petani itu mengandalkan kopi dari pada sayur,” demikian Syahril.