Pendaftar IKD Kota Bengkulu Belum Sampai Satu Persen, Perangkat jadi Masalah

Kadis Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo. Foto, Gita/BN

BENGKULU – Kadis Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo mengaku pendaftaran IKD Kota Bengkulu belum mencapai satu persen target yang ditetapkan. Sejauh ini, warga yang mendaftar Identitas Kependudukan Digital (IKD) baru 0,8 persen dari target 25 persen yang ditetapkan pemerintah.

“Sejauh ini kita baru berhasil menyampai angka 0,8 persen untuk sosialisasi awal. Ini merupakan data semester dua lalu, karena data baru masih dalam tahap diolah,” katanya pada bengkulunews.co.id, Rabu (8/03/2023).

Widodo menjelaskan, pemerintah memberikan target sebesar 25 persen dari total warga harus mendaftarkan E-KTP mereka menjadi IKD. Ini artinya 64 ribu warga Kota Bengkulu yang telah memiliki E-KTP wajib mendaftar.

Ia mengatakan banyak kendala membuat target tersebut belum bisa dicapai. Salah satunya soal perangkat android yang merata. Sementara perangkat IOS tidak bisa mendaftar karena program ini didesain untuk android. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dukcapil melakukan sosialisasi pada warga yang ingin mendapatkan pelayanan.

“Setiap ada yang melakukan pelayanan kami juga langsung mengenalkan IKD dan meminta mereka untuk mendaftar,” ujarnya.

Widodo berharap masyarakat mulai mendafta IKD karena kemudahan yang ada dalam inovasi ini. Sebab, katanya, kemungkinan IKD akan selalu digunakan dalam kondisi apapun.

“Harapannya masyarakat kota Bengkulu dapat menerima dan menerapkan IKD ini pada kehidupan sehari-hari mereka dan untuk pelayanan Dukcapil siap membatu,” tutupnya.

Program IKD ini sudah bisa dilakukan sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 72 Tahun 2022. Di tahun 2023 ini IKD sudah mulai diterapkan di seluruh Provinsi Indonesia salah satunya di Bengkulu.

Video

Baca Juga
Tinggalkan komen