Gambar BengkuluNews

Osman Hadi dan Daya Tekan Politik Gen Z Bangladesh

Alwin Feraro
Osman Hadi dan Daya Tekan Politik Gen Z Bangladesh

Ilustrasi. AI Generated

Bangladesh kembali dilanda gelombang kerusuhan pada Jumat, 18 Desember 2025, menyusul tewasnya aktivis Sharif Osman Hadi yang ditembak oleh orang tak dikenal di Dhaka. Aksi protes yang awalnya berlangsung sebagai bentuk duka dan kemarahan publik dengan cepat berubah menjadi kekerasan. Sejumlah gedung politik, lembaga kebudayaan, dan kantor media menjadi sasaran serangan massa.

Kerusuhan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota. Di berbagai distrik, para demonstran memblokir jalan utama, termasuk jalur strategis yang menghubungkan Dhaka dengan Mymensingh. Di Chittagong, massa menyerang kediaman seorang mantan menteri serta menargetkan Chhayanaut, pusat pelestarian budaya Bengali. Kantor Asisten Komisi Tinggi India di kota pelabuhan tersebut juga diserang, mencerminkan meningkatnya sentimen anti-India pasca pelarian mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina ke New Delhi.

Media turut menjadi korban. Kantor surat kabar berbahasa Bengali terbesar, Prothom Alo, serta harian berbahasa Inggris The Daily Star mengalami perusakan dan pembakaran. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di gedung The Daily Star sekaligus mengevakuasi jurnalis yang terjebak di dalam, sementara aparat keamanan menutup area sekitar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil mencatat sedikitnya tiga insiden pembakaran terjadi di Dhaka.

Kerusuhan ini membangkitkan kembali ingatan pahit atas penindakan brutal terhadap demonstrasi mahasiswa pada tahun sebelumnya, yang terjadi di bawah pemerintahan Hasina. Pada November lalu, Hasina dijatuhi hukuman mati secara in absentia atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penindasan tersebut—sebuah rangkaian peristiwa yang akhirnya memaksanya turun dari kekuasaan. Hingga kini, ratusan keluarga korban masih menuntut keadilan.

Pemerintahan sementara yang dipimpin Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian, mengonfirmasi kematian Osman Hadi dan menyerukan ketenangan nasional. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Yunus menyebut kematian Hadi sebagai “kehilangan besar bagi bangsa” dan memperingatkan bahwa kekerasan berkelanjutan berpotensi merusak kredibilitas pemilu mendatang.

Sementara itu, Kepolisian Bangladesh melancarkan perburuan terhadap pelaku penembakan. Dua tersangka telah diumumkan ke publik, dengan imbalan 5 juta taka bagi siapa pun yang memberikan informasi hingga penangkapan. Yunus menyatakan bahwa penembakan tersebut diduga merupakan serangan terencana oleh jaringan kuat yang berupaya menggagalkan proses pemilu.

Siapa Sharif Osman Hadi?

Sharif Osman Hadi adalah 32 tahun, figur yang muncul dari protes mahasiswa dan kelompok sipil yang dikenal sebagai Inqilab Mancha, yang secara aktif berpartisipasi dalam penggulingan pemerintahan Sheikh Hasina pada 2024. Ia juga menjadi calon legislatif independen untuk kursi Dhaka-8 dalam pemilu yang akan datang.

Pada 12 Desember 2025, Hadi ditembak oleh orang tak dikenal di pusat Dhaka saat memulai kampanye pemilu. Ia kemudian dirawat di rumah sakit di Singapura dan meninggal pada 18 Desember 2025 setelah beberapa hari berjuang melawan luka akibat tembakan.

Kematian Hadi terjadi di tengah persiapan Bangladesh menghadapi pemilu nasional pada Februari 2026. Isu pemilu kini menjadi lebih panas, dengan protes serta tuntutan politik dari kalangan pemuda menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda politik nasional. Banyak analis melihat keterlibatan Gen Z tidak hanya sebagai reaksi emosional atas kejadian tragis, tetapi juga sebagai indikator kesadaran politik generasi muda yang semakin menentukan arah politik negara.

Kasus ini menunjukkan bahwa Gen Z di Bangladesh memiliki daya tekan politik yang kuat, mampu bersatu secara cepat dan luas setelah peristiwa signifikant, serta berperan dalam menekan agenda politik yang lebih besar daripada sekadar respon terhadap kematian satu tokoh. Demonstrasi dan protes yang lahir dari kematian Hadi memperlihatkan peran generasi muda sebagai aktor penting dalam dinamika politik nasional menjelang pemilu 2026.

Kekuatan Gen Z Bangladesh

Gerakan protes yang menyusul kematian Hadi banyak melibatkan anggota Generasi Z, khususnya pelajar dan mahasiswa yang sudah punya pengalaman turun ke jalan sejak gerakan besar tahun 2024. Mereka memobilisasi diri melalui media sosial, forum kampus, serta jaringan komunitas untuk berkumpul secara cepat, tanpa struktur komando pusat yang kaku.

Para demonstran mengangkat tuntutan seperti:

  • penangkapan dan pengadilan pelaku penembakan Hadi,
  • perlindungan kebebasan berekspresi,
  • penolakan terhadap intervensi kekuatan asing, terutama terkait dugaan sambungan sentimen terhadap India, dan
  • tuntutan transparansi serta keadilan menjelang pemilu nasional.

Konten yang dibagikan di platform daring menunjukkan bahwa banyak peserta aksi adalah generasi muda yang berkoordinasi antar distrik dan kampus, terutama di Dhaka, Gazipur, dan Rajshahi. Ini memperlihatkan kemampuan Gen Z untuk mengorganisir cepat, memanfaatkan jejaring digital, dan menjadikan isu politik luas sebagai fokus aksi bersama.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!