Menteri BUMN Hadiri Pemberian CSR Pelindo di Bengkulu

Direktur Utama Pelindo (kiri) bersama Plt. Gubernur Bengkulu (tengah) dan Menteri BUMN RI (kanan) saat meletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Sumber Jaya

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno secara simbolis menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) Bina Lingkungan, kepada masyarakat Kota Bengkulu. Penyerahan ini berlokasi di Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Kamis (23/11/2017).

Pada kesempatan ini, Rini yang didampingi Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyerahkan CSR berupa pembangunan dua jembatan penghubung, pembangunan masjid Nurul Bahari, pembangunan ruang kelas SDN 105, serta pembangunan SMPN 25 Kampung Melayu. Penyerahan secara simbolis diterima oleh camat Kampung Melayu, Rosminiarti.

GM PT Pelindo II, Drajat Sulistyo mendampingi Dirut Bank Mandiri, Menteri BUMN, dan Gubernur Bengkulu ke lokasi acara pemberian CSR (dari kanan)

Sementara total bantuan yang diterima mencapai Rp 9,2 miliar, dari 31 BUMN dengan peruntukan yang berbeda. PT. Pelabuhan Indonesia II tercatat menjadi penyumbang terbesar bersama Jasa Marga dengan nilai Rp. 1,3 miliar. Rini Soemarno mengatakan, CSR yang diberikan ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekenomian Bengkulu.

“Untuk Bengkulu, Pembangunan rel kereta dari Bengkulu ke Kota Padang, Linggau sudah kita pelajari. Lalu ada rencana pembangunan terminal batubara sama cangkang sawit,” katanya.

Terpisah, General Manager PT. Pelindo II Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo berkeyakinan dengan CSR ini PT. Pelindo dapat memposisikan diri sebagai yang terdepan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara, kamj merasa bangga dan makin berkeyakinan, bahwa peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan perekonomian Provinsi Bengkulu akan segera tercapai,” ucapnya.

Bagi publik, lanjutnya, ini menjadi angin segar yang memberikan semangat dan harapan bahwa Kementerian BUMN memiliki kepedulian yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat di Bengkulu dan sekitarnya.

“Kehadiran para petinggi BUMN di Bengkulu, adalah momentum strategis untuk menunjukkan secara langsung potensi dan peluang besar berkembangnya perekonomian di kawasan ini,” sambungnya.

Dijelaskan Drajat, PT Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu, selama ini pun telah menjalin komunikasi yang inten dan produktif dengan berbagai kalangan di Bengkulu. Terutama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai pemangku kepentingan wilayah untuk melakukan terobosan-terobosan dalam peningkatan perekonomian wilayah.

Beberapa rencana PT Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu, bahkan telah disinergikan dalam kesepahaman visi dan misi Pemerintahan Provinsi Bengkulu dalam upaya percepatan peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan perekonomian.

“Juga telah merancangkan program strategis yang secara langsung maupun stimulan yang akan berimplikasi pada dinamika perekonomian di wilayah Bengkulu pada khususnya, dan kawasan Indonesia Barat pada umumnya,” jelasnya.

Rencana pembangunan terminal curah cair (CPO), katanya, adalah upaya stimulan dan kompetitif untuk meningkatkan pendapatan kelompok usaha dan masyarakat petani sawit Bengkulu. Melalui rencana ini, persoalan jalur distribusi yang berpengaruh pada harga jual bagi pelaku usaha dan petani sawit, bisa menjadi kompetitif.

Selain itu, beberapa perencanaan lain seperti, pembangunan terminal curah kering (batubara, cangkang sawit), diterangkan Drajat, akan menciptakan integrasi moda transportasi darat maupun laut untuk memotong jalur distribusi yang selama ini jadi masalah. Program ini akan menjadi penopang bagi terintegrasinya moda transportasi jalur kereta api yang akan dibangun.

Siasanya, pembangunan Terminal hewan, Terminal peti kemas bertaraf internasional, dan pembangunan PLTU 2 x 100 MW, saat ini telah masuk dalam kajian strategis untuk menopang program prioritas pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan hewani secara nasional, mengubah jalur distribusi jalur laut internasional, sehingga mendorong terjaminnya ketersediaan barang secara nasional dengan harga yang kompetitif di Indonesia.(Alwin/adv)

GM PT Pelindo 2, Drajat Sulistyo menunjukan dermaga pelabuhan Pulau Baai Bengkulu kepada Gubernur dan Menteri BUMN (dari kiri)

 

Baca Juga