
Mahasiswa Asal Pagar Alam di Thailand Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Solusi Diabetes
Kabar membanggakan datang dari putra daerah Kota Pagar Alam yang sedang menempuh studi di Thailand. Seorang mahasiswa program Master of Food Innovation, Nutrition, and Health di Asian Institute of Technology (AIT), berhasil mengembangkan inovasi kesehatan dengan memanfaatkan kulit kopi robusta asal tanah kelahirannya.
Pendidikan tersebut ia tempuh melalui dukungan beasiswa penuh dari Kerajaan Thailand. Dalam risetnya, ia berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di bawah bimbingan akademisi internasional, yakni Prof. Anil Kumar Anal (Nepal), Dr. Sandi Darniadi (Indonesia), dan Dr. Anish Ghimire (Nepal).
Riset ini berfokus pada pemanfaatan coffee pulp atau kaskara. Selama ini, kulit kopi robusta sering kali dianggap limbah tak bernilai di Pagar Alam. Padahal, sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia, Pagar Alam memiliki potensi besar dari hasil sampingan pengolahan biji kopi tersebut.
Dengan teknologi Microwave-Assisted Extraction (MAE) berbasis pelarut air yang ramah lingkungan, proses ekstraksi senyawa aktif dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak kulit kopi robusta mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Menariknya, ekstrak ini terbukti mampu menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dan α-amilase.
Kedua enzim tersebut bertanggung jawab memecah karbohidrat menjadi gula sederhana. Dengan menghambat aktivitasnya, penyerapan glukosa setelah makan dapat diperlambat, sehingga membantu mengendalikan lonjakan kadar gula darah. Temuan ini membuka peluang besar bagi kulit kopi robusta untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional atau nutraseutikal guna mendukung pengelolaan penyakit diabetes.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!