Logo

Lewat Dekranasda, Kadis Disperindag Minta Pengerajin Tenun di Seluma Dikembangkan

Kepala Dinas Perindustiran dan Peradagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful. Foto, Cindy/BN.

Kepala Dinas Perindustiran dan Peradagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful. Foto, Cindy/BN.

BENGKULU – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful meminta agar pengerajin tenun di Seluma dapat dikembangkan.

Hal tersebut dilakukan agar pengerajin tenun tradisional, tidak hilang oleh peradabadan yang semakin maju. Sehingga identitas daerah Provinsi Bengkulu, terkhusus Seluma masih dapat dikenal oleh khayalak banyak.

“Kalau dilihat sekarang ini untuk budaya tenun sudah semakin habis ya. Sehingga lewat dekranasda  kita lestaikan seni budaya tenun. Karena ini semakin habis para pengerajin yang bisa bertenun, hanya terdapat di Seluma. Para pengerajin yang bisa mengerjakan tenun,” kata Yenita saat diwawancarai oleh Bengkulunews.co.id Rabu (28/06/23) siang.

Sehingga adanya Bimbingan Teknis (BIMTEK) dapat membantu masyrakat sebagai pengerajin untuk melestarikan karya dari tenunan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tentunya pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh dekranasda Provinsi saja, namun kabupaten/kota dapat ikut berpartisipasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memiliki kemampuan atau keterampilan menenun dan dapat diwariskan secara turun menurun kepada pengerajin lain.

Yenita berharap dari pembinaan serta pengembangan SDM terhadap kerajinan tenun, dapat memunculkan kembali karya lama yang hampir hilang. Sehingga menghasilkan berbagai macam produk yang dapat dimanfaatkan.

“Kita lestarik kerajinan tersebut, jadi ada bimtek yang membantunya. Hal ini dilakukan agar jangan sampai SDM pengerajin tenun tersebut hilang. Kita harapkan provinsi melakukan pembinaan, juga kabupaten/kota terkait dapat ikut menjalankan hal yang sama. Sehingga nantinya hal ini bisa mengembangkan produk produk yang sudah hampir hilang, dapat kita munculkan kembali. Dan menjadi produk yang bisa di manfaatkan,” demikian Yenita. (Advetorial)