Kisah Pempek Owen, Mulai dari Satu Kompor hingga Buka Cabang di Luar Kota

Pemilik Pempek Owen, Alamsyah. Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Pempek merupakan makanan tradisional berbahan dasar ikan dan tepung sagu yang berasal dari Palembang.

Makanan tradisional tersebut kini sudah menyebar ke beberapa daerah, termasuk Bengkulu. Banyak tempat makan yang menyediakan berbagai pilihan dan olahan pempek khas Palembang.

Salah satu UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Pempek Owen merupakan tempat makan khas Palembang dan sudah berdiri sejak 2015.

Pemilik Pempek Owen, Alamsyah menuturkan sebelum mendirikan usaha pempek di Bengkulu, dirinya sudah memulai usaha ini sejak 2005 di Lubuk Linggau.

Bermodalkan uang Rp3 juta, ia membeli satu kompor dan satu meja untuk diletakkan di rumah, tempat dirinya memulai usaha tersebut.

“Dari sana akhirnya ada peningkatan penjualan, saya mulai menambah hingga 15 meja,” kata Alamsyah pada Bengkulunews.co.id Kamis (15/12/22) siang.

Setelah 10 tahun berlalu, akhirnya Alamsyah dapat membuka cabang ke tiga di Bengkulu. Pada waktu itu penjual pempek sangat banyak, namun hal tersebut tidak membuatnya mundur.

Selama tujuh tahun merintis di Bengkulu, ia mengaku hanya menikmati hasil dari tahun pertama hingga keempat sebelum covid menyerang.

Pada tahun selanjutnya ia mengalami jatuh bangun, mau tak mau Alamsyah harus menutup tokonya sementara atas dasar perintah pemerintah saat itu.

Tidak menyerah, ia mencoba peruntungan dengan memasarkan produknya lewat aplikasi online. Walaupun tidak seberapa, ia bersyukur masih bisa bertahan.

Kondisi covid yang kini mulai mengguyur membaik, membuatnya kembali bangkit dan membuka toko seperti sedia kala. Walau pemasukan per hari berkurang, hanya mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta saja.

“Kalau per hari dulu pemasukan Rp8 sampai Rp9 juta, tapi Alhamdullilah masih bisa bertahan,” lanjutnya.

Ia bersyukur karena adanya binaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, yang mengajak dirinya untuk mengikuti beberapa pameran dan undangan.

Sayangnya saat ini, langkah tersebut harus terhalang, karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang sedikit di usahanya tersebut.

Bisnis Alamsyah kini secara bertahap kembali pulih, walaupun ada dua cabang di daerah Curup dan Sarolangun Jambi harus tutup karena suatu kondisi.

Alamsyah tidak berharap banyak mengenai usahanya kedepan akan seperti apa, asal usahnya ini dapat bertahan saja sudah cukup baginya.

“Harapan sepertinya tidak ada ya, kita si seperti sekarang saja sudah bersyukur,” demikian Alamsyah.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen